Hujan dan Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Tak Melaut
Kamis, 08 Feb 2007 11:03 WIB
Makassar - Musim hujan dan cuaca buruk menjadi petaka buat para nelayan. Di Makassar, sebagian nelayan di Pelabuhan Paotere memilih untuk tinggal di rumah. Cuaca buruk dan ketinggian ombak di Selat Makassar membuat mereka takut untuk melaut."Kalau hujan tidak masalah. Tapi angin dan ombak yang membuat kami takut. Ombak ketinggiannya mencapai 2 meter," ucap Sampara, salah seorang nelayan di pelabuhan Paotere ketika ditemui detikcom, Kamis (08/02/2007). Sampara memilih untuk melabuhkan kapalnya berlama-lama. "Sekalian saya manfaatkan untuk membersihkan kapal," ucapnya.Di hari-hari biasa, di pelabuhan yang juga menjadi pusat pelelangan ikan di Makassar ini, nelayan yang melaut bisa mencapai 70 hingga 90 perahu. Namun, sejak cuaca buruk terjadi sejak 2 bulan terakhir, perahu nelayan yang berani melaut hanya mencapaui 20 hingga 30 perahu saja. "Memang menurun drastis. Bahkan kadang bisa dihitung jari perahu yang turun melaut," terang Daeng Madong, nelayan yang juga juragan ikan di Pelabuhan Paotere. Bahkan menurut Madong, kurangnya pasokan ikan segar juga mempengaruhi jumlah pembeli. "Pembeli juga menurun. Selain pasokan ikan kurang, pembeli pada pagi hari juga tidak seramai biasanya," ujar Madong.Bahkan, kata dia, banyak ibu-ibu yang memilih untuk tidak membeli ikan dulu. "Saya juga tidak tahu kenapa. Sejak sering terjadi banyak musibah di laut, berkembang isu yang macam-macam. Katanya, mereka takut konsumsi ikan karena banyak mayat yang mengapung di laut akibat musibah KM Senopati dan Adam Air," cerita dia.
(gun/asy)











































