Bengkel Penuh 'Pasien' Banjir
Rabu, 07 Feb 2007 16:33 WIB
Jakarta - Banjir tidak hanya mendatangkan duka. Sejumlah pemilik bengkel di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, mengaku meraup untung saat air bah menerjang Ibukota.Pengelola bengkel Daya Guna Motor, Slamet Husaini, mengaku sejak Jumat hingga Minggu (2-4 Februari), bengkelnya kebanjiran 'pasien'. Puluhan motor dan mobil mengantre untuk diperbaiki karena mesin mati akibat terendam air."Hari biasa, paling cuma dua sampai tiga motor. Pas banjir kemarin bisa 10 motor per hari," kata Slamet saat berbincang dengan detikcom di bengkelnya, Rabu (7/2/2007).Saking penuhnya, Slamet juga harus memperpanjang waktu tutup dari 17.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB.NolakNasib baik juga dialami Aam, pengelola bengkel yang tak jauh dari bengkel Slamet. Bahkan Aam mengaku sempat kewalahan melayani perbaikan motor dan mobil. "Kalau dilayani, banyak banget. Akhirnya kita tolak," kata Aam.Menurut Aam, motor atau mobil yang datang ke bengkelnya biasanya dalam kondisi mesin mati. Namun kerusakannya tergolong ringan. "Ya paling cuma karburasinya kemasukan air atau platinanya mati. Kalau mobil ya elco-nya mati, tinggal bersihin. Cuma sedikit yang rewel," jelasnya.Meski ramai, pemilik bengkel-bengkel itu mengaku tidak menaikkan ongkos servis. Per motor hanya dikenai biaya antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Sedang mobil tidak lebih dari Rp 100 ribu.Namun Aam dan Slamet harus gigit jari lagi. Jumlah kendaraan yang menyambangi bengkelnya kian menipis seiring surutnya air. Meski begitu, mereka tidak berharap banjir kembali menerjang Jakarta. "Kasihan, orang lain susah masak kita seneng," kata Aam.
(ken/nrl)











































