Korban Banjir Merengek Minta Mie
Rabu, 07 Feb 2007 14:25 WIB
Jakarta - Demi mendapatkan paket berisi 8 bungkus mie instan, seribuan warga korban banjir di Cipinang, Jakarta Timur, rela antre berjam-jam. Warga yang tidak kebagian kupon pun merengek meminta jatah.Warga antre dalam 2 barisan sepanjang 200 meter di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, untuk mendapatkan 1.500 paket bantuan dari Universitas Empu Tantular sejak pukul 10.00 WIB, Rabu (7/2/2007). Antrean panjang ini jelas memacetkan arus lalu lintas.Masing-masing warga memegang kupon berwarna biru, hijau dan kuning untuk ditukarkan dengan mie instan. Namun sekitar 10 ibu yang tidak kebagian kupon tampak merengek kepada panitia penyelenggara."Kemarin saya nyari rongsokan, makanya tidak tahu ada pembagian kupon. Kasihan ini anak saya, tolong beri saya mie juga, Mas," pinta seorang ibu sambil menggendong anaknya yang berusia 2 tahun.Rengekan yang sama juga terlontar dari korban banjir lainnya. "Mas, saya belum dapat kupon, saya mau minta kasihan anak saya," ujar ibu lainnya dengan wajah memelas.Mendengar rengekan ibu-ibu itu, panitia pun memberikan kupon yang sempat dikembalikan warga lain karena tidak tahan mengantre. "Sabar ya Bu," kata seorang panitia sambil memberikan kupon.Setelah mendapat mie instan, warga kembali ke tempat pengungsian. Warga mengaku bantuan itu akan disimpan dahulu mengingat di tempat mereka mengungsi tidak ada alat memasak."Saya simpan saja dulu. Wong tidak ada alat masak, kompor di rumah terendam air," kata Nurhasanah (38) yang mengungsi di bawah fly over Jalan DI Panjaitan ini.Menurut dia, bantuan nasi bungkus dan obat-obatan di tempat pengungsiannya sebenarnya cukup. Antrean mie instan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.
(aan/nrl)











































