Pasien Suspect Flu Burung di Bandung Positif H5
Rabu, 07 Feb 2007 13:50 WIB
Jakarta - Satu-satunya pasien suspect flu burung yang kini dirawat Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, DS (30), dikabarkan positif positif H5. Sementara untuk avian influenza (AI) harus memenuhi strain H5N1. Pihak RS masih menunggu konfirmasi dari Balitbangkes Depkes.Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Jabar), Yudi Prayudha, yang ditemui di RS Hasan Sadikin Bandung, Rabu (7/2/2007) mengatakan dirinya menerima SMS dari Kepala Balitbangkes, Selasa (6/2/2007), yang mengabarkan bahwa pasien DS, warga Bantargedang, Ngamprah, Kab Bandung, positif flu burung."Tapi saya masih belum yakin karena masih belum ada hitam di atas putih. Terlebih hingga hari ini belum ada surat resmi dari Depkes," ujar Yudi.Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RS Hasan Sadikin, Cissy RS Prawira mengatakan, dirinya baru mengetahui status pasien yang telah dirawat sejak 31 Januari 2007 lalu itu dari Kepala Dinkes Jabar."Saya lalu SMS kepala Balitbangkes untuk menyakan hal itu. Dan dijawab kalau pasies DS ini positif H5. Saya tanya lebih lanjut kenapa cuma H5 saja, hingga saat ini belum dijawab," tuturnya.Menurut Cissy, semua virus influenza strainnya terdiri dari H dan N. Biasanya, lanjut dia, hasil H dan N itu keluar bersamaan. "Jadi saya juga belum tahu pasti mengenai status H5 ini," katanya.Lebih lanjut Cissy menjelaskan secara klinis kondisi pasien sudah membaik. DS tidak menunjukkan gejala khas penderita positif flu burung. Hal itu, lanjutnya, terlihat dari suhu badannya yang tidak tinggi saat dia masuk pertama."Memang ada batuk dan sesak, tapi hilang pada hari kedua. Leukosit dan trombositnya pun tidak turun, seperti halnya positf AI," tuturnya.Selain itu, kata Cissy, berdasarkan hasil rontgen serial tidak menunjukkan perburukan. Namun, memang salah satu paru-paru pasien kondisinya sudah rusak. Tapi hal itu lebih disebabkan oleh TB kronis yang dia derita."Sambil menunggu kepastian dari Depkes mengenai kondisinya, kami masih perlakukan dia sebagai pasien suspect flu burung," ujarnya. Layaknya pasien suspect AI yang dirawat sebelumnya, DS dirawat di ruang isolasi flamboyan.Jika memang DS positif flu burung, maka dia adalah pasien kedua yang positif dari 42 suspect flu burung di Jabar pada 2007 ini. Pasien yang dinyatakan positif sebelumnya adalah warga Garut, T, meninggal dunia.
(ern/djo)











































