Pasien Balita Korban Banjir Membludak, RS Koja Kewalahan
Rabu, 07 Feb 2007 13:08 WIB
Jakarta - Tangisan balita korban banjir pecah kala jarum disuntikkan ke tubuh mungil mereka. Seratusan anak-anak ini memenuhi ruang tunggu di UGD RS Koja, Jakarta Utara.Berdasarkan data hingga Rabu (7/2/2007) pukul 12.30 WIB, tercatat 34 balita mengalami sakit diare, 50 balita sakit gatal-gatal dan sisanya flu dan panas.Tidak hanya balita, beberapa lansia juga tampak menunggu giliran pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.Seluruh ruang rawat inap RS Koja penuh. Sebagian pasien dirawat di ruang tunggu UGD dan posko banjir yang berada di belakang RS itu."Kami sebenarnya ingin membawa Lutfi (6 bulan) sejak Minggu lalu, rumah kami terendam dan baru kali ini kami membawa anak saya ke rumah sakit," kata Koeriyah (21), salah satu ibu pasien.Tim medis langsung memberikan pertolongan. Bayi mungil itu diperiksa dan diberi cairan infus.KewalahanSaking membludaknya pasien korban banjir, RS Koja pun telah meminta tambahan sebanyak 102 tempat tidur lipat.Selain itu, RS Koja meminta bantuan tim medis tambahan yakni 1 dokter spesialis penyakit dalam dan 1 spesialis penyakit saraf dari RSCM dan 5 dokter dari Dinkes DKI Jakarta."Saya bingung kalau pasien tambah lagi. Bagaimana penanganannya, soalnya di UGD sudah membludak. Tambahan tempat tidur baru besok bisa datang dan obat mencukupi karena dapat stok dari dinas kesehatan," kata Kahumas RS Koja dr Caroline Kawinda.Sementara itu, ada 1.500 pengungsi yang berada di posko banjir yang berada di belakang RS Koja. 70 Persen korban banjir mengalami penyakit serupa.
(aan/nrl)











































