Ada Banjir, PT KA Rugi Rp 7,25 M
Selasa, 06 Feb 2007 16:24 WIB
Jakarta - Sejumlah kereta Jabotabek dan ke luar Jakarta banyak yang dibatalkan. Beberapa sarana kereta pun rusak akibat banjir. PT Kereta Api (KA) menaksir menderita kerugian hingga Rp 7,25 miliar."Untuk operasi yang tidak jalan, kerugian kita Rp 1-1,5 miliar per hari," ujar Kepala Humas PT KA Daop I Akhmad Sujadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (6/2/2007).Kerugian dan biaya perbaikan untuk persinyalan telekomunikasi dan listrik aliran atas hingga hari ini diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Sedangkan perbaikan jalan jembatan rel mencapai Rp 1 miliar. Sehingga total kerugian hingga kini Rp 7,25 miliar.Khusus untuk Stasiun Jatinegara, menurut Dirut PT KA Ronny Wahyudi, per hari mengalami kerugian hingga Rp 400 juta. "Rugi Rp 400 juta per hari karena tidak beroperasi, penumpang berkurang," kata Ronny.Tergenang AirRel KA di sejumlah lokasi tergenang air. Misalnya saja Stasiun Pondok Betung yang terletak antara Pondok Ranji dan Kebayoran, tergenang air setinggi 65 cm. Akibatnya, semua kereta lintas Palmerah-Serpong berhenti beroperasi.Untuk jalur hulu di lintas Cakung-Kranji, menurut Sujadi, berjalan normal dengan kecepatan 5 km/jam."Rel di Stasiun Tanah Abang plus dipo lokomotif Tanah Abang yang ada gangguan belum dapat diperbaiki, karena masih harus menunggu air surut. Saat ini, rel itu belum bisa dilalui kereta," imbuhnya.Di lintas Jakarta Kota-Tangerang, yakni antara Duri dan Tangerang di km 9+850 sampai dengan km 10+50, jalur sepanjang 20 meter longsong hingga kedalaman 1 meter. Para pengungsi pun memanfaatkan bagian rel yang tidak terendam air untu tempat mendirikan tenda.Di lintas Serpong-Tanah Abang, perbaikan jembatan sudah selesai dan bisa dilalui kereta dengan kecepatan 5 km/jam. Jembatan yang sudah selesai itu adalah Bangunan Hikmah nomor 119 yang terletak antara Sudimara dan Serpong, dan nomor 125 yang terletak antara Serpong-Cisauk.
(nvt/nrl)











































