PAM Mati, Warga Klender Tampung Air Hujan

PAM Mati, Warga Klender Tampung Air Hujan

- detikNews
Selasa, 06 Feb 2007 15:31 WIB
Jakarta - Di sejumlah kawasan, air PAM masih mati menyusul banjir bandang yang menimpa Jakarta. Warga Jakarta Timur kerepotan mendapatkan air bersih. Menampung air hujan pun terpaksa dilakukan.Narsi (45), warga Perumnas Klender, mengaku memilih menampung air hujan untuk mencuci. Sementara untuk keperluan minum dan memasak, dia mengaku mengandalkan air minum galon."Ya daripada tidak ada lagi, mending pakai air hujan. Kan lumayan, untuk mengguyur kamar mandi atau mencuci piring," ujar Narsi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (6/2/2007).Menurut Narsi, PAM di rumahnya telah mati sejak Jumat 2 Februari 2007. Setelah itu, Narsi meminta air ke tetangganya."Tapi akhirnya berhenti. Tidak enak minta terus," katanya.Narsi berharap perbaikan pompa PAM segera selesai. "Jangan dua minggulah, kita mau pakai air apa," keluhnya.Nasib serupa juga dialami Iman Malvina (24), warga Pulogebang Indah. Untuk mendapatkan air bersih, dia meminta tetangganya. Namun Minggu 4 Februari 2007, di rumah tetangga itu terjadi antrean panjang tetangga yang kekurangan air bersih. Penyebabnya, listrik mati sehingga pompa air tidak berfungsi."Hanya satu rumah yang punya genset, jadi semua rumah meminta padanya," curhat Iman sedih. Hingga kini Iman masih mengandalkan tetangga tersebut. (ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads