Aksi Mogok Angkutan Umum di Pekanbaru Masih Berlanjut

Aksi Mogok Angkutan Umum di Pekanbaru Masih Berlanjut

- detikNews
Selasa, 06 Feb 2007 13:16 WIB
Pekanbaru - Aksi mogok sejumlah sopir angkutan umum di Pekanbaru masih berlanjut. Para sopir ini menunggu tuntutan mereka direspons Pemkot Pekanbaru.Ratusan sopir angkutan umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersebut kembali mendatangi kantor Walikota Pekanbaru, Jl Sudirman, Selasa (6/2/2007). Sedangkan kendaraan jenis L 300 dan bus milik para sopir ini diparkir di Jl Cut Nyak Dien, sekitar 50 meter dari kantor Walikota Pekanbaru.Para sopir ini menuntut Pemkot Pekanbaru menghapus pungutan liar yang kerap dilakukan oknum Polantas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR). Besarnya pungutan bisa mencapai ratusan ribu rupiah.Salah seorang sopir bernama Ujang mengatakan, setiap hari para sopir selalu berhadapan dengan tim terpadu yang terdiri dari polisi, Satpol PP, dan DLLAJR. Tim ini siap menangkap semua angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal Payung Sekaki."Padahal di terminal tidak ada penumpang. Kalau kita tidak boleh mengambil penumpang di luar, bagaimana kita bisa dapat uang," tutur Ujang. Ujang menjelaskan, para penumpang tujuan lintas timur lebih banyak menunggu bus di tepi jalan Jl Harapan Raya. Lokasi ini merupakan pintu keluar kota Pekanbaru sebelah timur.Demikian pula dengan calon penumpang tujuan lintas utara. Mereka enggan ke terminal dan menunggu bus di Jl Riau, yang merupakan pintu keluar kota Pekanbaru sebelah utara."Para penumpang enggan keluar ongkos ke terminal lagi. Kalau mereka bisa naik bus di depan rumah, mengapa harus ke terminal. Tapi begitu kita ambil sewa (penumpang) kita ditangkap," ungkap Ujang.Mobil angkutan umum yang tertangkap ditahan selama 10 hari. Untuk menebusnya, para sopir harus merogoh kantong mereka sebesar Rp 300 ribu."Itu baru masalah menaikkan penumpang, belum lagi kalau surat kita tidak lengkap. Dendanya bisa lebih mahal," tutur Ujang.Selain itu, tidak jarang mobil mereka dipakai para petugas untuk menangkap angkutan umum lainnya. Hal ini dilakukan agar kedatangan para petugas itu tidak diketahui para sopir."Masak mobil kita dipakai untuk menangkap teman sendiri. Kita kan nggak enak," ungkap Ujang. (djo/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait