Suplai BBM Terganggu, Bisa-bisa Terjadi Gejolak Sosial
Selasa, 06 Feb 2007 12:08 WIB
Jakarta - Banjir yang melanda Jakarta, khususnya di sekitar Depo BBM Plumpang, Jakut, dikhawatirkan menghambat suplai BBM di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Bisa-bisa terjadi gejolak sosial.Untuk menghindari kejadian ini, pemerintah pusat, Pertamina dan Pemprov DKI harus bertindak cepat untuk mengantisipasi hal itu."BBM itu persoalan yang harus selalu ada di masyarakat. Jangan sampai suplai terganggu, karena bisa terjadi gejolak sosial. Itu bisa membahayakan pemerintahan SBY-JK, rakyat bisa marah nanti. Ini harus diantisipasi," kata Wakil Ketua FPDIP Ramson Siagian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2007).Anggota Komisi VII DPR itu menilai segala upaya untuk kelancaran distribusi BBM di tengah banjir yang dialami masyarakat harus dilakukan meski dengan biaya tinggi. Karena mandeknya suplai BBM dipastikan akan mengganggu roda perekonomian masyarakat."Kalau sampai ini terjadi, tidak ada BBM, korban akan semakin sengsara. Berapa pun biayanya harus tetap diupayakan," tegas dia.Menurutnya, tahun 2002, pemerintah pernah mengandalkan dana sebesar Rp 10 triliun untuk penanggulangan banjir. Agar penanganan banjir sekarang bisa diatasi dengan cepat, kucuran dana seperti itu masih diperlukan."Agar musibah banjir tidak bercampur dengan kelangkaan BBM, pemerintahan SBY perlu melanjutkan program seperti tahun 2002. Karena kalau tidak bisa bahaya," tandasnya.
(umi/sss)











































