Rumah Hanyut, Bu Iyem Mencuci Pakai Air Banjir
Selasa, 06 Feb 2007 11:30 WIB
Jakarta -
Air keruh kecoklatan menggenangi daerah depan Kampung Pulo di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Iyem pun memanfaatkan air tersebut untuk mencuci pakaian.Iyem adalah warga Kampung Pulo Gang I RT 9 RW 2 yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Karena itu, dia terpaksa menghuni tenda pengungsian di depan gedung sekolah Santa Maria di Jalan Jatinegara.Perempuan 38 tahun itu tidak sendiri. Di sampingnya ada 4 perempuan lain yang melakukan aktivitas serupa. Mereka tampak bersemangat mencuci menggunakan air setinggi lutut orang dewasa yang menutupi Jalan Jatinegara."Ya habis mau bagaimana lagi, daripada kotor. Bisa hilanglah lumpurnya sedikit," kata Iyem sambil membilas pakaian.Tak jauh dari tempat mereka mencuci, tampak sekitar 4 bocah laki-laki yang mandi layaknya di sungai. Dengan bersemangat, mereka menggosok badannya dengan sabun."Kami kalau mandi juga pakai air ini. Tapi kalau mau kencing, disediakan 2 mobil toilet umum," imbuh Iyem yang tetap sibuk mencuci sekantong plastik pakaian.Bagaimana kalau minum? "Ada bantuan air mineral, Mas," sahutnya pendek. Jalan DitutupMeski banjir telah telah sedikit surut, namun masih ada beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Timur yang masih belum bisa dilalui. Misalnya Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Jalan ini masih tergenang banjir sebatas lutut.Jalan yang menghubungkan Kampung Melayu dengan Cililitan ini ditutup polisi. Kendaraan yang hendak melalui jalan tersebut terpaksa dibelokkan ke Jalan KH Zainal Mustafa.Sedangkan Jalan Basuki Rahmat yang masih juga digenangi air ditutup. Arus lalu lintas akhirnya dialihkan ke Jalan Pahlawan Revolusi.Di depan Kampung Pulo di Jalan Jatinegara Barat juga belum bisa dilalui karena tertutup air setinggi lutut orang dewasa. Tenda-tenda pengungsi dan tenda bantuan banyak dibangun di jalan tersebut. Ambulans dari Kecamatan Jatinegara pun ditempatkan di sana.
(nvt/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































