Pipis di Tol Jadilah
Selasa, 06 Feb 2007 11:18 WIB
Jakarta - Sambil berenang sekalian pipis (kencing). Itu pepatah pelesetan. hari hari ini muncul pepatah baru: Sembari lewat tol, pipis pun jadilah.Dan itu bukan sekadar pepatah pelesetan, tapi hal yang nyata-nyata terjadi. Banjir yang mendera Jakarta, yang kemudian berdampak pada kemacetan, termasuk di berbagai ruas tol, membuat orang terjebak berjam-jam. Menahan pipis, duh, betapa tidak enaknya."Pipis di tol jadilah," kata Fajar, warga BSD kepada detikcom, Selasa (6/2/2007). Fajar terjebak antrean panjang di tol BSD. "Benar benar merambat," ujarnya. Fajar pun tidak tahan menahan pipis. Buka pintu. Mesin mobil masih dalam keadaan hidup. Ia tak lagi punya malu. Pipis di pinggiran tol. Klakson mobil di belakangnya pun kontan bersahut-sahutan. "Maaf, daripada sakit," kata Fajar.Fajar tidak sendirian. Orang keluar mobil untuk pipis di pinggiran jalanan tol, jumlahnya tidak sedikit. "WC terpanjang di dunia. Bisa masuk rekor Muri," begitu seloroh Ariyanto, warga Serpong.Kisah orang pipis di tol, tak hanya terjadi di tol BSD saja. Di tol-tol yang lain juga terjadi hal yang sama. Saat tol Kebonjeruk - Karawaci macet cet, pemandangan kaum laki-laki pipis di pinggiran tol menjadi hal yang biasa. Begitu juga ketika tol menuju bandara Cengkareng macet.Kalau kaum laki-laki bisa seenaknya pis cur di tol, tak demikian dengan kaum perempuan. Mereka harus menahan sakit hingga sampai ditujuan. Dalam hal pipis di tol, kaum perempuan memang tidak perlu mengiri, atau menuntut persamaan hak. Maaf.
(ana/asy)











































