Kali Sekretaris Meluap, Perempatan Citraland Kolaps
Selasa, 06 Feb 2007 10:45 WIB
Jakarta - Alih-alih surut, genangan air di perempatan Mal Citraland bertambah tinggi. Akibat luapan Kali Sekretaris, perempatan yang mempertemukan Jalan S Parman - Daan Mogot - Satria - Kiai Tapa tak lagi bisa diterobos pengendara mobil dan motor.Luapan Kali Sekretaris pada Selasa (6/2/2007) pagi sudah merendam perempatan Citraland setinggi dengkul orang dewasa. Padahal, Senin kemarin kendaraan masih bias menerobos air yang masih sebetis.Mewaspadai hal ini, polisi yang berjaga-jaga sudah mengalihkan kendaraan dari arah Slipi dan Kebonjeruk di depan Mapolsek Tanjung Barat. Hanya bus besar yang masih nekat menerobos.Pilihan yang bisa dilakukan pengedara motor dan mobil yang akan ke arah Pluit hanyalah masuk fly over atau jalan tol. Seperti kemarin, jalan tol bebas dimasuki kendaraan roda empat maupun roda dua. Itu pun harus bersiap menghadapi kemacetan panjangBagi motor yang sudah masuk ke fly over, bersiaplah dihadang banjir di ujung jalan. Namun hal itu bisa dihindari. Ada jasa pelayanan memindahkan motor dari jalan fly over ke jalan tol. Beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 7 orang siap memberikan jasanya mengangkat motor. Mereka harus melewati pagar pembatas setinggi 1 meter. Kocek yang dikeluarkan pengemudi motor sebesar Rp 10 ribu.Sementara itu, ketinggian air di depan Kampus Tarumanegara dan Trisakti yang berada di Jalan Kiai Tapa sudah setinggi dada orang dewasa. Otomatis kendaraan tak ada yang melintas. Hanya warga sekitar, terutama anak kecil, asyik menikmati luapan air dengan memakai ban dalam dan beberapa tong yang diikat tali dan menjelma menjadi rakit.Kendaraan dari Daan Mogot nyaris nihil. Di depan Indosiar akses jalan sudah terputus. Ketinggian air di kawasan tersebut sudah sepaha orang dewasa. Hanya truk yang berani nekat melintas.Bagi pengendara motor dan pejalan kaki yang sudah terlanjur berada di perempatan yang tergenang air tersebut, ada warga yang menyediakan jasa angkutan gerobak. Sekali angkut, untuk motor harus membayar berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu tergantung jarak. Untuk pejalan kaki, mereka diharuskan membayar Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Juga tergantung jarak.
(ana/nrl)











































