Muntaber Penyakit Terbanyak Korban Banjir di Pengungsian
Selasa, 06 Feb 2007 06:34 WIB
Jakarta - Muntaber menjadi penyakit yang paling banyak diderita korban banjir di pengungsian. Penyakit ini paling rentan diderita anak-anak dan balita akibat sanitasi yang buruk."Dalam 3 hari terakhir pemantauan kami terhadap para korban banjir di pengungsian, terjadi peningkatan kasus Diare. Mereka mengeluh buang air besar cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali. Selain diare sebagian kasus yang kami temukan disertai mual dan muntah," ujar Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) dr Ari Fahrial Syam, dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (6/2/2007).Menurut Ari, hal ini diperparah dengan kondisi lokasi pengungsian yang memprihatinkan. Sebagian besar pengungsi tidur dengan alas ala kadarnya. Di sisi lain cuaca dingin juga memperburuk pengungsian karena mereka tidur di tempat terbuka."Selain itu makanan dan minuman juga terbatas. Sebagian tempat-tempat pengungsian tersebut memang sudah mempunyai dapur umum sehingga mendapatkan makanan lebih baik, tetapi gizi yang terbatas karena hanya terdiri dari nasi dan lauk ala kadarnya," imbuh Ari.Sementara itu, lanjut Ari, sumber-sumber air bersih yang ada seperti sumur dan bak-bak penampungan sudah tercemar. Namun sebagian pengungsi tetap memanfaatkan sumber air bersih yang telah tercemar itu sehingga potensi kasus Muntaber akan meningkat. "Jika kita melihat kondisi di tempat pengungsian dan kondisi makanan dan minuman yang terbatas maka jumlah kasus muntaber akan semakin meningkat," kata Ari.Untuk itu PB PAPDI mengimbau agar obat-obatan anti diare sederhana dapat segera didistribusikan pada tempat-tempat pengungsian. Bantuan-bantuan medis yang diberikan juga tetap berorientasi pada kasus yang banyak ditemukan ditempat pengungsian seperti obat anti diare dan oralit. Untuk penyakit laptospirosis, dari pantauan yang dilakukan PB PAPDI belum ditemukan satupun kasus. Namun Ari mengingatkan kasus Leptospirosis biasanya terjadi diatas hari ke-7 setelah pascabanjir.
(bal/bal)











































