Laporan dari Den Haag
Reformasi Birokrasi Sudah Mendesak
Senin, 05 Feb 2007 17:23 WIB
Den Haag - Negara terseok-seok, akibat birokrasi bobrok. Reformasi bidang satu ini sudah sangat mendesak. Dan semua itu kuncinya ada di tangan presiden.Demikian benang merah pandangan Prof. Dr. Eko Prasojo dalam telediskusi bertema "Dilema Praktisi Birokrat Putih Menghadapi Jaringan KKN", Minggu (28/1/2007). Diskusi jarak jauh ini digelar oleh Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Belanda dan kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda bulanan."Reformasi birokrasi ini sangat penting karena bagaimana pun baiknya reformasi politik dan hukum, namun apabila reformasi birokrasi tidak dilakukan, maka keputusan-keputusan politik dan hukum tidak akan berjalan dengan baik," kata Eko, profesor termuda di Universitas Indonesia (UI) saat ini.Menurut Eko, setelah reformasi politik dan hukum berjalan sejak 1998, masih ada satu reformasi yang sampai saat ini belum menjadi gerakan nasional: mereformasi birokrasi. Pria yang lahir pada 21 Juli 1970 di Kijang, Kepulauan Riau, itu mengibaratkan birokrasi sebagai mesin dari sebuah 'mobil negara'. "Kalau mesinnya mesin lama, maka jalannya sebuah negara juga akan sangat lama. Pengalaman di beberapa negara, kemampuan melakukan reformasi birokrasi akan menentukan seberapa cepat membangun," cetus Eko.Dia lalu mengetengahkan contoh Korea Selatan (Korsel) sebagai pembanding. Indonesia dan Korsel membangun dalam kurun waktu yang relatif sama, yakni sejak tahun 60-an. Bedanya, pada era 80-an Korsel melakukan reformasi birokrasi, sementara Indonesia sampai saat ini belum, alias tetap mengandalkan mesin lawas dengan segala problematiknya."Karena birokrasi adalah mesin negara, maka kalau tidak pernah direform akan mengganggu jalannya negara. Keputusan politik dan proses hukum yang baik, tidak bisa dijalankan oleh birokrasi yang inkompeten dan moral hazzard," ujar dia.Birokasi yang demikian, menurut Eko, juga tidak akan bisa menjadi satu pendorong untuk perubahan bagi kemajuan bangsa. Eko menekankan betapa pentingnya reformasi birokrasi ini demi terselenggaranya pemerintahanan yang baik. Sayangnya hingga sejauh ini dia belum melihat satu faktor paling penting yang sangat diperlukan. "Saya melihat presiden belum memiliki komitmen untuk melakukan reformasi birokrasi secara sungguh-sungguh, padahal ini menjadi penting atau penentu kemajuan negara," demikian Eko.
(es/es)











































