Kapoltabes Pekanbaru Minta Bukti Anggotanya Lakukan Pungli
Senin, 05 Feb 2007 16:38 WIB
Pekanbaru - Aksi mogok ratusan angkutan umum di Pekanbaru menuding jajaran Polantas Pekanbaru melakukan pungutan liar (pungli). Pihak kepolisian menantang para sopir untuk membuktikan tudingan tersebut. "Sopir yang melakukan aksi mogok, jangan asal menuding anak buah saya melakukan pungli. Tolong buktikan jika memang ada anak buah saya yang melakukan hal itu. Sopir jangan asal ngomong saja, mesti tunjukan bukti konkret dong," ketus Kapoltabes Pekanbaru, Kombes, Syafril Nursal saat dihubungi detikcom, Senin (5/02/2007) di Pekanbaru. Keterangan Kapolatabes ini sehubungan aksi mogok ratusan angkutan umum di Pekanbaru. Para sopir angkot mogok narik karena selalu mendapat pungli dari oknum-oknum Polantas. Tudingan para sopir ini tentulah membuat gerah jajaran Poltabes Pekanbaru. Syafril menambahkan, unjuk rasa tersebut adalah hak para sopir angkutan umum. Namun bukan berarti segala tudingan yang mereka teriakan di halaman Kantor Walikota Pekanbaru dapat dibenarkan. "Sopir angkutan umum jangan asal ngomong saja. Tolong buktikan soal pungli itu. Jika ada anggota saya yang melakukan pungli, pasti akan saya tidak. Syaratnya ya itu tadi, harus ada bukti. Jangan asal ngomong saja," kata Syahfril. Dia menjelaskan, selama ini Angkot di Pekanbaru sering naik dan menurunkan penumpang yang bukan pada tempat. Hal itu sering menyebabkan kemacetan di ruas Jl Sudirman. Begitu juga para sopir bus AKAP yang enggan masuk ke terminal. Bus antar provinsi ini malah sering naik dan menurunkan penumpangnya di luar terminal yang telah disediakan Pemkot Pekanbaru. "Kalau awak bus tidak mau masuk terminal, lantas apa gunanya terminal itu dibangun. Tapi kalau mereka kita tangkap malah ditanggapi yang negative. Bus AKAP kita tilang, karena memang mereka melanggar ketentuan yang telah ada," ujar Syahfril.
(cha/djo)











































