Kencing Tikus Intai Korban Banjir
Senin, 05 Feb 2007 16:21 WIB
Jakarta - Berbagai penyakit mengintai korban banjir di DKI Jakarta. Salah satunya adalah leptospirosis alias kencing tikus. Penyakit ini disebabkan urine tikus yang masuk ke tubuh manusia melalui luka.Menurut Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Salimar Salim, penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan nyeri sendi."Kita imbau, jika membersihkan bekas banjir memakai sarung tangan dan sepatu karet," kata Salimar di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (5/2/2007).Salimar mengatakan, selain leptospirosis, korban banjir juga rawan terkena penyakit kulit, diare, dan ISPA.12.612 Korban BanjirMenurut data dari Dinkes DKI, sampai saat ini telah ada 12.612 pengungsi yang datang ke posko kesehatan statis. Kebanyakan dari mereka terkena penyakit-penyakit itu.Korban banjir yang mengalami serangan penyakit paling banyak dari Jakarta Barat yang mencapai 5.740 penderita. Sementara Jakarta Timur sebanyak 1.849 orang, Jakarta Utara 1.383 orang dan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing 1.820 orang.Dikatakan Salimar, karena banyaknya korban banjir yang menderita penyakit, Dinkes DKI akan menjalankan posko kesehatan keliling. Posko ini bertujuan untuk mem-back up 213 posko kesehatan statis yang tersebar di lima wilayah DKI."Posko keliling itu akan dibuka 24 jam dan masyarakat tidak dikenakan biaya," ujarnya.Penambahan posko keliling juga disebabkan banyaknya puskesmas yang ikut terkena banjir. Di 4 wilayah DKI, sebanyak 48 terendam air. 13 di Jakarta Utara, 14 di Jakarta Timur, 16 di Jakarta Barat dan 5 di Jakarta Selatan.
(ken/nrl)











































