Penghuni Apartemen Naik 'Perahu' ke Supermarket

Penghuni Apartemen Naik 'Perahu' ke Supermarket

- detikNews
Senin, 05 Feb 2007 13:33 WIB
Jakarta - Tinggal di apartemen keren, tapi ironisnya, mesti naik perahu untuk belanja ke supermarket. Perahunya pun hanya bak mandi terbuat dari fiber yang dibuat mendadak dan ala kadarnya.Itulah yang terpaksa dilakukan Tasya, penghuni salah satu apartemen di Sunter, Jakarta Utara, bersama teman-temannya di tengah musim banjir ini. Apartemen Tasya selamat, hanya saja jalanan di sekitar apartemen kelelep sepinggang. Mobilnya terpaksa dikandangkan berhari-hari.Dengan suasana seperti itu, jelas Tasya tidak bisa keluar dari tempat tinggalnya, termasuk pergi ke kantor, sejak Jumat 2 Februari. Dia baru keluar rumah ketika stok makanannya sudah menipis.Tapi bagaimana bisa keluar rumah di tengah genangan banjir? Untunglah ada 'operator' perahu anyar di dekat apartemen. Perahu itu terbuat dari bak mandi yang berbahan fiber. Tasya pergi ke Superindo, supermarket terdekat, bersama tiga temannya. Pulang pergi, mereka merogoh ongkos Rp 30 ribu.Setiba di Superindo, harapan Tasya memborong sembako pupus. Sebab sembako telah ludes. Roti, mie, telor, habis. "Akhirnya saya hanya membeli beras dan sembako yang tersisa," kata Tasya pada detikcom, Senin (5/2/2007). Rupanya, banyak orang yang seperti dia, berusaha menyetok sembako mengingat banjir tak juga surut.Hari ini karyawati swasta di bilangan Kuningan tersebut tidak mengantor lagi. "Mungkin besok saya ngantor pakai bus," katanya.SelimutTak hanya sembako yang diuber dalam musim banjir ini. Selimut untuk menghilangkan dingin juga dicari. "Saya kemarin ke Giant Plasa Semanggi, selimut yang biasa sudah habis. Jadi saya terpaksa beli selimut yang lebih mahal," kata Sofi, warga Petamburan yang kiri kanan tempat tinggalnya tergenang banjir 1,5 meter. Sofi membeli selimut 6 lembar dan tikar 3 lembar untuk para pengungsi di sekitar rumahnya. "Saya juga ke Carrefour, ya ampun, rame sekali. Jadi saya nggak jadi ke sana. Orang-orang pada sibuk nyetok kayaknya," ujar perempuan 27 tahun ini.Suasana ramai juga terlihat di supermarket Alfa Gudang Rabat, Pasar Minggu, pada Minggu malam kemarin. "Stoknya tinggal sedikit. Banyak sembako sudah habis. Antrean di kasir panjang sekali," kata Ita, warga Pancoran. (nrl/ken)


Berita Terkait