Tabur Bunga AdamAir, Keluarga Histeris Mau Lompat dari Kapal
Sabtu, 03 Feb 2007 12:51 WIB
Majene - Rasa pedih tak tertahankan ketika mendatangi lokasi black box AdamAir KI 574 ditemukan. Keluarga korban pun menangis histeris, bahkan ada yang sampai mau lompat dari kapal.Tabur bunga dilakukan di perairan Majene, Sulawesi Barat, pukul 08.00 Wita, Sabtu (3/2/2007). Ada 151 keluarga korban yang diangkut KRI Tanjung Dalpele.Acara diawali dengan upacara khidmat oleh TNI AL dipimpin Kepala Basarnas Bambang Karnoyudo. Lalu dilakukan penghormatan terhadap para korban yang hingga kini tak ditemukan jasadnya itu sambil menatap laut. Selanjutnya keluarga korban dipersilakan menabur bunga.Isak tangis pun mewarnai acara. Sambil bersandar di dinding dek kapal, mereka menaburkan bunga maupun karangan bunga yang sudah direkatkan foto keluarga yang mereka kasihi. Terlihat foto salah satu korban bernama Yusac bertuliskan "Save in God's Hand" dilarungkan ke laut.Sejumlah keluarga korban yang tak kuat menahan kepedihan tampak meronta-rontak dan menjerit histeris. Sekitar 6 orang pingsan, namun segera sadar lagi dan kembali menangis meraung-raung.Bahkan ada seorang ibu yang saking histerisnya memanjat dinding dek dan ingin melompat dari kapal. Syukurlah petugas Lantamal VI Makassar dengan sigap mencegahnya. Ibu itu pun kemudian terkulai lemas di lantai dek sambil tetap menangis.Sejumlah keluarga korban yang berusaha tegar tampak berdoa sambil menatap lautan, bahkan ada yang hanya diam terpaku. Namun tetes air mata tetap membasahi pipi mereka.Usai tabur bunga, keluarga korban tampak menyendiri. Ada yang istirahat di kamar-kamar di kapal, ada yang tetap berdiri di dek dengan tatapan menerawang, ada mengaji dan tahlilan di musala. Semua memilih cara sendiri-sendiri untuk mengatasi pilunya hati.KRI Tanjung Dalpele pun bertolak kembali ke Makassar, Sulawesi Selatan. Rencananya akan tiba sekitar pukul 15.00 Wita.AdamAir KI574 raib pada 1 Januari 2007. Pesawat Boeing 737-400 yang membawa 102 penumpang dan kru ini hanya menyisakan serpihan-serpihan. Black box yang lokasinya ditemukan di dasar laut perairan Majene dengan kedalaman 1.800 dan 2.000 meter sulit dapat diangkat karena pertimbangan arus dasar laut yang sangat ganas.
(sss/aba)











































