Menatap Banjir dari Perahu Karet

Menatap Banjir dari Perahu Karet

- detikNews
Jumat, 02 Feb 2007 20:03 WIB
Jakarta - Seorang pria duduk termangu di atas perahu karet. Pandangan matanya tak lepas rumah-rumah yang terendam luapan Sungai Ciliwung, dan hanya menampakkan puncak atap.Pria itu adalah warga RW 03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta. Tangannya sesekali memainkan air yang berwarna kecoklatan. Wajahnya tampak sedih.Warga sekitar menilai banjir kali ini merupakan siklus 5 tahunan. "Tahun-tahun kemarin ini kita tidak pernah banjir. Terakhir banjir itu tahun 2002. Jadi benar ini 5 tahun sekali," ujar Lia (29) kepada detikcom Jumat (2/2/2007).Menurut beberapa warga, banjir kali ini lebih parah dibanding banjir tahun 2002. Ketika itu, ketinggian air maksimal adalah 2 meter. Sementara sekarang banjir telah merendam pemukiman warga dengan ketinggian air lebih dari 3 meter.Akibat banjir ini, banyak warga Petamburan yang mengungsi. Namun beberapa warga masih bertahan di rumahnya. Mereka terlihat berlindung di lantai dua rumahnya.Sesekali mereka berteriak pada tim evakuasi dari TNI AD yang melintas dengan perahu karetnya, "Pak, anterin makanan pak. Anak saya lapar!"Suplai makanan kepada korban banjir di Petamburan agak tersendat. Hal itu dikarenakan lokasi dapur umum yang tidak memungkinkan, serta risiko buruknya sanitasi. Ditambah lagi, sebagian besar warga masih berada di rumah masing-masing."Arus air cukup kencang, gangnya juga sempit. Perahu karet jadi sulit menjangkau," kata salah seorang anggota TNI AD.Sampai pukul 15.30 WIB, proses evakuasi masih terus berlangsung. Sebagian besar warga pun masih menunggu perahu karet yang siap membawa mereka menuju lokasi pengungsian di Masjid Al-Islam."Pak, cepat kembali lagi ya! Kami belum makan dan banyak yang sakit," jerit puluhan warga yang terjebak di gedung SDN 06 Petamburan. (nvt/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads