Angkutan Umum Nihil
Rame-rame Jalan Kaki di Ibukota
Jumat, 02 Feb 2007 12:03 WIB
Jakarta - Meski membolos Jumat (2/2/2007) ini dimaklumi, namun banyak juga pekerja yang nekat berangkat kerja. Apesnya, angkutan umum bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.Bus umum yang sangat jarang terlihat antara lain Kopaja P20 jurusan Senen - Kuningan - Mampang - Buncit - Lebakbulus. Bus tiga perempat ini tidak terlihat karena terjebak banjir di mana-mana.Dari arah Menteng, Kopaja P20 terkena banjir menjelang komplek perkantoran Menara Imperium sejauh 1 km. Ketinggian air hingga sedengkul dan pukul 11.00 WIB ketinggiannya sudah meningkat. Kali yang ada di pinggir jalan tidak terlihat. Halte juga tertutup banjir. Jalur lambat juga tidak tampak dan otomatis tidak bisa dilewati apa pun.Di jalur ini, bus yang tidak bisa lewat lainnya adalah Kopaja P66 jurusan Manggarai-Blok M, Kopaja P620 jurusan Pasar Rumput-Blok M, bus patas AC 86 jurusan Kota-Depok, bus patas AC 47 jurusan Kota-Kp Rambutan, dan bus patas 11 jurusan Kota-Kp Rambutan. Tak lama kemudian, diikuti busway koridor VI Halimun-Kuningan-Mampang-Buncit-Ragunan.Di kawasan Mampang, bus yang tidak memutuskan tidak melanjutkan perjalanan adalah Metro Mini 75 jurusan Blok M - Pasarminggu (hanya sampai perempatan ke Kemang), Kopaja 57 jurusan Blok M - Cililitan (hanya sampai stasiun Kalibata), Kopaja 602 ke Kp Melayu - Ragunan (sampai perempatan ke Kemang). Mereka semua memutuskan putar balik atau mencari jalur alternatif yang apesnya, sama banjirnya. Bingung!Karena hal itulah banyak pekerja yang memutuskan berjalan kaki. Dengan memakai payung, mereka berjalan berombongan. Mereka berusaha mendapatkan bus yang bias mengangkut mereka ke tempat kerja.Anak-anak sekolah juga bernasib malang. Mereka terpaksa berhujan-hujan karena tidak bawa payung, tidak ada angkutan, dan sekolah mereka tidak ada pengumuman libur.Mereka berjalan di sela-sela genangan air yang membanjiri ruas kiri jalan. Di kawasan Buncit-Mampang, mereka yang berjalan kaki cukup banyak, dari dua arah."Sepatu saya jebol karena jalan jauh," kata Ida yang berjalan dari ruas Buncit ke perempatan Mampang.
(nrl/sss)











































