Transportasi Jakarta Lumpuh
Ojek Jadi Rebutan Penumpang
Jumat, 02 Feb 2007 11:27 WIB
Jakarta - Transportasi Jakarta lumpuh total. Sepanjang jalan, tol maupun reguler macet total. Ojek motor jadi alternatif. Penumpang pun berebutan.Pangkalan ojek di bawah fly over Jagakarsa, Jakarta Selatan yang biasanya dipenuhi tukang ojek, kini sepi. Padahal puluhan penumpang mengantre ingin memakai jasanya. Satu ojek datang, langsung jadi rebutan mereka.Mereka rela berbasah-basah ria agar cepat sampai ke kantor. Tidak bawa rain coat atau jas hujan, tenang, tukang ojek menolerir penumpangnya menggunakan payung."Habis kasihan, asal penumpang mau aja dibawa jalan pelan. Soalnya tukang ojeknya juga sedikit. Hujan, jadi banyak yang malas narik," kata Syahrul, tukang ojek yang mangkal di kawasan itu kepada detikcom, Jumat (2/2/2007).Syahrul pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tarif ojek yang biasanya Rp 5.000-Rp 7.000 dinaikkan Rp 10.000-Rp 15.000. Syahrul mengaku berupaya melayani penumpangnya dengan baik. Dia, misalnya, berusaha mencari jalan-jalan tikus agar tidak terjebak kemacetan.Sebab lalu lintas di kawasan Pasar Minggu benar-benar mandek. Mulai dari Poltangan ke arah Pasar Minggu, kendaraan berjalan merayap, kurang dari 10 km/jam. Kendaraan mengular hingga ke kawasan Jati Padang dan jalur yang menuju Pancoran.Sementara di bagian selatan, jalur Jalan Simatupang hanya bisa dinikmati sesaat. Kendaraan yang keluar tol Tanjung Barat I setelah melalui fly over Jagakarsa memilih mundur dan berbalik arah di atas fly over begitu melihat jalur di bawah tidak bergerak.Kondisi yang sama juga terjadi jalan tol Simatupang, baik yang mengarah ke Lebak Bulus maupun Kampung Rambutan. Di jalur yang menuju Kampung Rambutan, kendaraan mengular hingga berkilo-kilo meter. Mereka tidak bisa jalan, karena kondisi tol Jagorawi menuju TMII macet total.Kemacetan terjadi karena luapan kali ke jalan yang berjarak sekitar 200 meter dari pintu tol TMII.Kemacetan itu berbuntut panjang. Di Km 8 tol Jagorawi, kendaraan yang akan menuju Jakarta harus puas merambat. Jakarta oh Jakarta....
(umi/sss)











































