Tukang Becak Temukan Benda yang Sempat Diduga Bom
Jumat, 02 Feb 2007 00:31 WIB
Solo - Sebuah benda berbungkus plastik ditemukan seorang tukang becak di pinggir jalan. Karena ada rangkaian kabel dan baterai, si penemu menjadi ketakutan karena dikira bom rakitan. Benda tersebut diletakkan di atas batu pembatas antara jalan dan taman di kawasan Purwosari, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Penemunya adalah seorang tukang becak bernama Bolnan, yang sehari-hari mangkal di kawasan tersebut. Dia menemukan benda itu Kamis (1/2/2007) petang. Tanpa curiga, Bolnan membuka tas plastik itu. Dia mendapati di dalam bungkusan terdapat dua buah tabung berwarna merah yang terhubung dengan kabel yang dirangkai dengan baterai ukuran 1,5 volt. Dia lalu memberitahukan penemuan itu kepada warga sekitar. Bolnan baru ketakutan setelah sejumlah warga menduga kemungkinan benda tersebut sebagai bom rakitan yang sengaja dipasang oleh pihak tertentu. Bolnan yang mulai panik lantas mengembalikan benda itu di tempat semula. Satpam Restoran Orient yang berada di dekat lokasi penemuan benda itu segera melapor ke Poltabes Surakarta. Tak lama kemudian Tim Jihandak Brimob Kompi BS Polwil Surakarta datang ke lokasi. Lokasi penemuan benda ditutup untuk disisir kemungkinan ada benda lain yang mencurigakan. Setelah tidak menemukan barang mencurigakan lainnya, Tim Jihandak segera mengevakuasi benda temuan Bolnan itu. Setelah diperiksa di Mapoltabes Surakarta hingga Kamis malam, disimpulkan bahwa benda itu bukan bom seperti yang ditakutkan. Benda setinggi 15 cm itu dibuat dari kertas yang bagian luarnya dicat warna merah. Bagian atas dan bawah ditutup kayu berdiameter 7 cm. Kedua tabung kertas itu terhubung dengan kabel yang juga dihubungkan dengan baterai 1,5 volt yang melekat di sisi luar tabung. Isinya tabung hanyalah kerikil dan batu-batu kecil. Komandan Tim Jihandak Brimob Kompi BS Polwil Surakarta, Brigadir Sarmoko, menilai pembuatnya cukup pintar mereka-reka sehingga bentuknya benda mirip dengan bom. Apalagi disertai dengan baterai dan juga kabel sehingga memungkinkan penemunya menjadi panik. "Mungkin hanya ulah orang iseng yang hendak membuat situasi kota tidak tenang. Tapi benda itu sama sekali tidak berbahaya karena kekuatan baterai 1,5 volt tidak bisa dijadikan pemicu bom," ujar Sarmoko kepada wartawan di Mapoltabes, Kamis (1/2/2007) malam. Wakapoltabes Surakarta, AKBP A Hardiyanto, juga menduga kejadian itu sebagai bentuk teror kepada masyarakat. "Kami akan menyelidiki kasus tersebut," ujarnya di Mapoltabes.
(mbr/asy)











































