Muktamar VI PPP
Endin Inginkan Satu Putaran
Kamis, 01 Feb 2007 22:27 WIB
Jakarta - Pemilihan ketua umum PPP akan dilangsungkan Jumat (2/2/2007). Namun, Kamis (1/2/2007) malam, hawa menjelang pemilihan mulai hangat. Masing-masing tim sukses kandidat mencermati draf tata tertib (tatib) pemilihan. Salah satu kandidat ketua umum, Endin AJ Soefihara, menginginkan satu putaran. Di dalam draf tatib pemilihan yang dibuat oleh tim panitia muktamar disebutkan bahwa pemilihan akan dilangsungkan satu putaran. Namun, di arena muktamar, muncul wacana pemilihan ketua umum dilakukan melalui dua putaran, dengan maksud agar ketua umum yang terpilih mendapatkan jumlah suara 50% plus 1. Bagaimana tanggapan Endin mengenai hal ini? Endin menjelaskan keinginannya itu kepada wartawan seusai menggelar acara 'Penguatan Dukungan terhadap Endin' yang berlangsung di lantai 7 Ruang Cakrawala, Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (1/2/2007) malam. Endin dengan tegas menyatakan saat ini dirinya hanya siap menjadi ketua umum. Dia juga mengaku belum tertarik koalisi dengan kandidat lain. Berikut petikan wawancaranya: Wacana tentang satu putaran atau dua putaran, pilih mana?Saya pilih satu putaranBagaimana dengan legitimasinya?Ya legitimasi itu tidak tergantung dari 50% plus 1. Tetapi, tergantung kesepakatan di dalam tatib. Jadi, legitimasi itu terletak pada kata pemenang, bukan pada jumlah. Bagaimana kalau hasil tatib itu memposisikan untuk dua putaran??Ya, kita siap untuk bertarungBagaimana soal koalisi yang digagas oleh para calon?Sampai hari ini, saya hanya siap untuk menjadi calon ketua umum. Sampai hari ini, saya belum siap berkoalisi. Tentang syarat-syarat pemilihan, apa yang Anda harapkan? Kita harapkan tidak ada rangkap jabatan. Kita masih berharap 1 kali putaran biar cepat. Rangkap jabatan apa?Jangan disebutlah menterinya.Apakah ini untuk menghadang calon tertentu?Tidak. Ini merupakan konsekuensi dalam pertarunganSudah menyiapkan orang untuk duduk di Sekjen?Kita sedang menggodok. Yang pasti, karena saya dari wilayah Jawa, sekjen bukan dari wilayah Jawa, bisa Sumatera, Kalimantan, Sulawesi atau lainnyaSudah ada tokohnya?Itu masih kita cari, karena biasanya kalau ketua umumnya dari nahdliyin, sekjennya dari Parmusi.
(asy/asy)











































