Pintu Waduk PLTA Kampar, Dibuka Banjir Ditutup Banjir

Pintu Waduk PLTA Kampar, Dibuka Banjir Ditutup Banjir

- detikNews
Kamis, 01 Feb 2007 19:09 WIB
Jakarta - Banjir kini melanda Kabupaten Kampar, Riau. Penyebabnya soal tidak lain soal bendungan PLTA Koto Kampar. Pintu bendungan dibuka bikin banjir, ditutup juga menenggelamkan perkampungan penduduk. Serba salah! Posisi waduk PLTA Koto Kampar saat ini dituding masyarakat sebagai penyebab banjir di Kabupaten Kampar. Masyarakat Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, mengaku bahwa banjir yang sudah sepekan ini mereka rasakan, merupakan buangan air dari bagian hulu yakni dibukanya pintu air waduk PLTA Koto Panjang. "Banjir yang kami rasakan sekarang ini, disebabkan dibukanya pintu air waduk PLTA Kota Panjang. Akibatnya, 400 rumah penduduk di tempat kami ini kembali tergenang air setinggi lutut orang dewasa dalam sepekan ini," kata Kepala Desa Buluhcina, Zulkarnaini kepada detikcom, Kamis (01/02/2007). Desa Buluhcina ini, memang berada di bagian hilir Sungai Kampar yang kini meluap. Namun kata Kades setempat, mereka juga tidak dapat protes kepada pengelola PLTA Koto Panjang atas pembukaan pintu air tersebut. Alasannya, bila pintu waduk tidak dibuka, maka desa yang berada di bagian hulu waduk bakal terendam. "Sekarang ini serba salah pak. Pintu waduk dibuka, desa kami yang kena banjir. Tapi kalau pintu waduk PLTA juga tidak dibuka, masyarakat yang berada di bagian hulu waduk juga terancam rumahnya akan tenggelam," kata Zulkarnani. Kondisi yang sebab salah ini, membuat masyarakat baik di bagian hilir dan hulu waduk PLTA kini hanya bisa pasrah. Jalan satu-satunya, mereka hanya tetap waspada kalau-kalau bakal datang hujan. "Sekarang ini yang kami lalukan hanya mengemas barang-barang untuk diletakkan ditempat yang tinggi di dalam rumah. Kami khawatir bakal datag hujan deras yang bisa membuat ketinggian air semakin bertambah," kata Zulkarnani. Sementara itu, Humas PLN Wilayah Riau, Delpis mengatakan, pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang di Kampar, terpaksa dilakukan sehubungan volume air di waduk terus meningkat. Ini terpaksa dilakukan guna untuk memperlancar jalannya turbin sebagai pembangkit listrik. "Pintu pembuangan air dari waduk PLTA memang kita buka. Ini karena debit air di baduk terus meningkat. Secara teknis, air memang harus kita buang lewat pintu-pintu waduk yang tersedia," kata Delpis. (cha/djo)


Berita Terkait