Keping Darah Bukan Patokan Transfusi Pasien DBD
Kamis, 01 Feb 2007 17:14 WIB
Jakarta - Transfusi darah bagi penderita demam berdarah dengue (DBD) tidak tergantung dari jumlah trombositnya alias keping darah. Tapi bergantung pada gejala klinis, seperti pendarahan yang parah dan menurunnya jumlah hemoglobin (Hb)."Jumlah trombosit tidak punya hubungan bahwa penderita harus ditransfusi," kata Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SpAK, dokter anak dan juga ahli DBD di Gedung Depkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (1/2/2007).Menurutnya, seorang penderita harus ditransfusi jika ada gejala, antara lain seperti terjadinya pendarahan di saluran cerna yang parah, muntah darah, dan hemoglobin menurun. "Hal tersebut tidak berhubungan dengan jumlah trombosit," ujarnya.Sri mencontohkan, ada pasien yang trombositnya 75 ribu per desiliter (dl), tapi menunjukkan gejala yang disebutkan tadi, maka harus dilakukan transfusi. Sebaliknya ada yang trombosit kurang dari 20 ribu per dl namun tidak menunjukan gejala tersebut, maka tidak memerlukan transfusi darah. Jumlah trombosit normal 200-400 ribu per dl."Tidak serta merta trombosit turun ditransfusi, malah berbahaya. Nanti trombositnya bisa dimakan virus," katanya.Sri menjelaskan, pendarahan itu terjadi melalui mekanisme tertentu. Virus yang masuk melalui nyamuk menyebabkan plasma darah merembet keluar sel darah sehingga mengental. Jika darah mengental, tidak bisa mengangkut oksigen yang menyebabkan sel darah pecah, sehingga terjadi pendarahan.Jika ini terjadi, otomatis bagian-bagian tubuh tidak mendapatkan oksigen . "Ini yang dinamakan shock. Makanya pasien bisa mengalami pendarahan," tandasnya."Jadi pertolongan pertama pada pasien DBD adalah tidak boleh kekurangan cairan. Makanya harus minum lebih dari biasanya sebanyak 6-8 liter per hari. Bisa air, minuman isotonik, bisa juga jus jambu biji merah. Kalau tidak bisa diminum ya lewat infus," terangnya.
(mar/sss)











































