Jakarta Bebas Unggas
Ramai-ramai Ngumpetin Burung
Kamis, 01 Feb 2007 09:10 WIB
Jakarta - Penyayang burung di Jakarta Kamis (1/2/2007) punya kegiatan baru: menyembunyikan piaraan tercintanya itu di tempat terpencil. Maklum, Bang Yos hari ini berjanji akan menggelar sweeping unggas di pemukiman yang belum bersertifikat. Unggas yang kepergok bakal dimusnahkan.Ny Yeni, warga Condet, Jakarta Selatan, mengaku akan menyembunyikan 3 burung puternya ke bagian belakang rumahnya. Dia percaya petugas sweeping tidak akan menggeledah rumahnya hingga bagian belakang."Burung mau hidup kok mau dimatiin," alasan perempuan Betawi ini. Ny Yeni sangat menyayangi tiga burung puternya itu. Kalau burungnya sakit, dia selalu menyuapinya dengan obat flu untuk manusia yang biasa dijual di toko terdekat. Apa nggak takut kena flu burung? "Nggak, soalnya burung saya sehat. Kalau pagi bunyi tuh," alasan ibu empat anak ini.Kalau disweeping terus burungnya bunyi, gimana? "Ah masak petugasnya denger sih," jawab Ny Yeni.Yanto, warga Kalideres, Jakarta Timur, juga segendang seirama. Dia sangat sayang pada burung-burungnya yang cukup banyak. Ada murai batu, kutilang, beo, dan lain sebagainya. Dia akan menyimpan piaraannya itu ke lantai 2 rumahnya. Di lantai itu terdapat tempat tersembunyi yang dia yakin tidak bakal terendus petugas sweeping. "Masak sih petugas naik-naik sampai ke atas," ujarnya. Yanto sebenarnya ingin mengurus sertifikasi unggasnya itu. Namun karena dia dan istrinya bekerja, dia tak sempat mengambil sertifikat di kecamatan. "Saya harap sih kalau ada sweeping burung saya nggak berkicau," doanya.Anda juga sibuk ngumpetin burung/unggas kesayangan Anda? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/umi)











































