Laporan dari London
Promosi Islam Versi Indonesia di Inggris Meredam Radikalisme
Kamis, 01 Feb 2007 08:51 WIB
Jakarta - Setelah melakukan rapat selama tiga hari di London, Islamic Advisory Group (IAG) lembaga penasihat kebijakan untuk masalah Islam gabungan Indonesia-Inggris, Rabu (31/1/2007) malam waktu London atau Kamis (1/2/2007) waktu Indonesia, memberikan rekomendasinya kepada pemerintah Inggris."Intinya kami menawarkan atau mempromosikan Islam berwajah Indonesia," kata Yenny Wahid, salah seorang anggota dari IAG, sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom di London, Liza Arifin.Yenny, putri bekas Presiden Abdurrahman Wakhid itu beralasan, Islam berwajah Indonesia paling tepat untuk menangkis ekstrimisme keagamaan, mempromosikan Islam sebagai agama yang toleran dan damai, serta mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara Islam dan Barat. Formulasi yang tepat untuk mencapai tiga tujuan itulah alasan mengapa pemerintah Inggris dan Indonesia membentuk IAG ini.Pemerintah Inggris belakangan memang dipusingkan dengan kenyataan semakin meradikalnya kalangan muda Muslim Inggris. Beberapa jajak pendapat mengarah ke pembenaran peradikalan itu walau alasan awalnya tidak selalu bermula dari persoalan kegamaan. Terjadinya bom London setahun lewat dan beberapa tuduhan terbongkarnya jaringan radikalisme di Inggris semakin membuat pemerintah negeri ini khawatir.Berbicara kepada beberapa anggota IAG dari Inggris, muncul kesan bahwa pemerintah Inggris memang sedang berupaya untuk mencari wajah Islam yang dianggap cocok untuk dijadikan panutan di Inggris. Menteri Luar Negeri Hasan Wirayuda dalam konferensi persnya membenar. "Ketika berbicara dengan mitra kerja saya dari Inggris, mereka mengaku terus terang bahwa Inggris harus belajar banyak akan keIslaman di Indonesia. Islam di Indonesia dianggap sebagai contoh yang baik." Bisa dipahami kalau kemudian beberapa rekomendasi yang dibuat oleh IAG bagi pemerintah Inggris adalah penerjemahan dan distribusi buku-buku pemikiran Islam Indonesia. Juga pengiriman dan program tukar menukar imam ataupun ulama dari Inggris dan Indonesia. Selama ini buku-buku keIslaman yang ada di Inggris maupun para imam-imam masjid datang langsung dari kawasan Timur Tengah.Anggota IAG dari Indonesia sendiri terdiri dari beberapa nama terkenal. Di antaranya mantan rektor IAIN, Azumardy Azra, ketua NU, Hazim Muzadi, ketua Muhammadiyah, Din Syamsudin. Sedang dari Inggris mungkin yang paling terkenal adalah bekas penyanyi pop terkenal Cat Stevens yang sekarang bernama Yusuf Islam.
(ana/asy)











































