Laporan Kemiskinan, Tanpa Angka Kemiskinan

Laporan Kemiskinan, Tanpa Angka Kemiskinan

- detikNews
Rabu, 31 Jan 2007 21:32 WIB
Jakarta - Pengentasan kemiskinan merupakan program pembangunan utama pemerintah dua tahun lalu dan tahun ini. Namun dalam pidato awal tahun, Kepala Negara tidak menyebutkan ada penurunan jumlah rakyat miskin. Tidak mau kecele lagi?Di dalam pidato pengganti pidato akhir tahun hanya disebutkan angka subsidi untuk membiayai salah satu program andalan pemerintah dalam pengentasan rakyat miskin. Yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bersyarat."Bantuan langsung tunai pada 2006 dianggarkan Rp 18,8 triliun untuk 19,1 juta keluarga. Pada tahun 2007 dilakukan program BLT Bersyarat untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi bagi 500 ribu rumah tangga miskin di 7 propinsi, 51 kabupaten dan 348 kecamatan. Bantuan ini mencakup bantuan tetap, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, dengan rata-rata bantuan per rumah tangga sebesar Rp 1,390," papar SBY.Hal tersebut disampaikan SBY dalam pidato awal tahun di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (31/1/2007).Presiden menegaskan kebijakan pembangunan pemerintah tetap pada percepatan program pro-poor. Karenanya dua tahun terakhir ini program pengurangan kemiskinan terus ditingkatkan, dengan alokasi anggaran yang makin besar. Ke depan, pemerintah meningkatkan program khusus pengurangan kemiskinan dan kesenjangan sosial, berbarengan dengan upaya berkesungguhan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.Seperti program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengobatan gratis melalui pemberian Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin, dan pembangunan rumah sehat sederhana.Sementara di bidang ekonomi, program yang digencarkan adalah penyaluran kredit mikro dan dana bergulir. Sampai tahun 2006, pemerintah telah menyalurkan Dana Penjaminan sebesar Rp 345,6 milyar, dengan rasio jaminan terhadap pinjaman 1 berbanding 2,5. "Target dana penjaminan pada tahun 2007 ini adalah sebesar Rp 1 triliun atau meningkat 289 persen, dengan rasio jaminan 1 berbanding 10," ujar Presiden.Pada para petani dan nelayan, pemerintah menyediakan pupuk murah, melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, dan pemberian dana penguatan modal usaha budidaya. Pada tahun 2005-2006, dana itu telah ditingkatkan menjadi Rp 311,8 milyar. "Program ini akan terus dilanjutkan di tahun 2007, dengan mencakup daerah yang lebih luas lagi," janji Presiden.Saat bersamaan, pemerintah meningkatkan cakupan dari program pembangunan infrastur pendesaan. Progam tersebut meliputi pengadaan air bersih, irigasi,sanitasi, jembatan, jalan desa dan pembangunan Desa Mandiri Energi. "Program Reforma Agraria, untuk pendistribusian tanah untuk rakyat secara bertahap Insya Allah, akan dilaksanakan mulai tahun 2007 ini. Langkah itu dilakukan dengan mengalokasikan tanah bagi rakyat termiskin yang berasal dari hutan konversi, dan tanah lain yang menurut hukum pertanahan kita boleh diperuntukkan bagi kepentingan rakyat," tambah Presiden. (lh/ary)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait