SBY Akui Belum Berhasil dan Tak Berani Janji

SBY Akui Belum Berhasil dan Tak Berani Janji

- detikNews
Rabu, 31 Jan 2007 21:15 WIB
Jakarta - Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) mengakui program pembangunan yang dijalankan pemerintah selama ini untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, belum sepenuhnya berhasil. SBY pun tidak berani menjanjikan masalah kemiskinan, pengangguran, akses kesehatan, dan pendidikan yang masih melilit sebagian besar rakyat Indonesia, selesai dalam waktu dekat."Saya menyadari, bahwa upaya gigih kita ini tidak serta merta mengubah keadaan secara cepat. Saya juga tidak dapat berjanji bahwa semua permasalahan yang dihadapi oleh rakyat kita, termasuk segera terbebas dari kemiskinan dan pengangguran, akan sirna dalam waktu dekat," kata Presiden dalam pidato awal tahun di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (31/1/2007).Berdasar pengalaman selama ini, lanjut SBY, dan juga bangsa-bangsa lain yang menghadapi persoalan yang sama, dibutuhkan waktu relatif panjang dan tahapan mengubah keadaan buruk menjadi baik. Hanya dengan kesungguhan dan kerja keras bersama, persoalan berat itu dapat diselesaikan."Saya punya keyakinan, bahwa dengan kita yang dipimpin dan dipelopori oleh semuapemimpin lembaga pemerintahan di seluruh daerah, program-program pro-rakyat iniakan dapat kita laksanakan dan dapat mencapai hasil yang kita inginkan," tuturnya. Akibat kurang suksesnya program kesra, membuat pemerintahan SBY-JK tidak pernah sepi dengan kritik bahkan kecaman. Presiden memastikan semuanya telah ia simak dan tindak lanjuti untuk perbaiki kinerja.Kepala Negara tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan masukan. Meski sering kali kritikan yang ia terima, tidak disertai dengan solusi yang konkrit dan aplikatif.Tapi di satu sisi, ia menyayangkan pihak-pihak yang menyampaikan kritikan tanpa berdasar data akurat atau hanya karena perbedaan pandangan saja. Namun akibatnya rakyat tidak memperoleh informasi yang tepat dan cenderung bersifat retorika. "Namun, sulit bagi pemerintah untuk merespons kecaman yang hanya sarat dengan retorika, tanpa data dan fakta yang akurat, dan bernada "pokoknya" pemerintah gagal, jelek, dan tidak ada satupun kemajuan yang dicapai," tandasnya. (lh/ary)


Berita Terkait