Musharraf Usul Bentuk Forum Islam Untuk Timteng

Musharraf Usul Bentuk Forum Islam Untuk Timteng

- detikNews
Rabu, 31 Jan 2007 20:05 WIB
Jakarta - Lemahnya pengaruh dan peran Organisasi Konferensi Islam (OKI) terjun untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah (Timteng), membuat beberapa anggotanya tidak sabar. Sebuah forum dialog yang mengupayakan perdamaian di Timteng, diusulkan dibentuk. Forum tersebut khusus beranggotakan negara-negara Islam berpengaruh.Ide ini disampaikan Presiden Pakitan, Pherves Musharraf saat menemui Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (31/1/2007)."Kami berdua menyambut pandangan dibutuhkan inisiatif baru yang bisa berkontribusi dan mencari solusi bagaimana menciptakan harmoni di dunia Islam. Di antaranya adalah kebutuhan persatukan dan mengumpulkan kelompok-kelompok yang berpengaruh di dunia Muslim sehingga kita dapat menciptakan resolusi terhadap dunia Islam yang terpisah-pisah. Kita pecaya waktunya sudah tiba untuk action, tidak ada lagi berdiam diri. Inilah waktunya memperbaiki kondisi dunia khususnya dunia Islam," papar Musharraf.Presiden SBY menyambut baik ide koleganya itu. Penyatuan pikiran para pimpinan negara-negara Islam dalam mencari solusi persoalan di Timur Tengah akan memperbaiki hubungan dunia Islam dengan Barat yang selama ini sering terjadi salah paham dan diyakini menjadi sumber masalah antara keduanya."Saya mendukung penuh ide menyatukan pimpinan negara Islam untuk menyatukan pikiran dalam mencari solusi persoalan di Timur Tengah, agar mencapai perdamaian dan harmonisasi," ujarnya.Sayangnya, baik SBY dan Musharraf tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk partisipasi aktif dan mekanisme forum dialog tersebut. Demikian juga dengan mana saja negara-negara Islam berpengaruh yang akan jadi anggotanya.Namun bila merujuk rute perjalalan Musharraf dalam promosikan ide besar itu, diperkirakan negara Islam mana saja yang akan digaet yakni Suriah, Jordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Malaysia, dan tentu saja Pakistan. (lh/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads