Arief Mudatsir Tolak Menteri Bila Jadi Ketua Umum PPP
Rabu, 31 Jan 2007 19:22 WIB
Jakarta - Jabatan menteri menyilaukan bagi banyak orang. Tapi, Arief Mudatsir Mandan belum tentu mau ditawari jabatan menteri. Apalagi, bila nanti dirinya menjadi ketua umum PPP. Bagi dia, ketua umum partai tidak boleh merangkap jabatan sebagai menteri."Masak ketua partai diperintah-perintah. Makanya saya menolak menjadi menteri, kalau dipercaya peserta muktamar untuk menjadi ketua umum," kata Arief Mudatsir kepada wartawan di sela-sela rapat paripurna pemandangan umum DPW-DPW di arena Muktamar VI PPP di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (31/1/2007).Arief menegaskan komitmennya bahwa dirinya memburu kursi ketua umum PPP bukan untuk mencari jabatan. Dia ingin menjadi orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah ini semata-mata berjuang untuk kebesaran partai.Menurut anggota Komisi I DPR ini, jika dirinya terpilih menjadi ketua umum, PPP akan tetap berada pada koridor perjuangan, yaitu amar ma'ruf nahi mungkar. Atas landasan itu, PPP akan mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat."PPP itu punya prinsip amar ma'ruf nahi mungkar. Siapa pun pemerintahannya, PPP harus berani menyampaikan kritik yang sehat. Tapi, bukan waton suloyo," kata Arief ketika ditanya apakah nanti PPP akan menjadi oposisi.Menurut Arief, ketua umum partai harus memiliki waktu yang cukup untuk mengonsolidasikan partai demi kebesaran dan kemenangan partai. Karena itu, jika ketua umum merangkap jabatan lain, maka dipastikan partainya akan terbengkalai.
(asy/sss)











































