Banjir Susulan Landa Kabupaten Kampar
Rabu, 31 Jan 2007 18:01 WIB
Pekanbaru - Setelah surut akhir Desember tahun lalu, banjir susulan kembali melanda Kabupaten Kampar. Lebih dari 400 rumah penduduk tergenang air.Banjir susulan yang sudah memasuki hari ketiga ini, tepatnya berada di Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau. Di desa itu sedikitnya 400 rumah penduduk tergenang air dengan ketinggian rata-rata mencapai 75 cm. Pantuan detikcom, Rabu (31/01/2007), halaman rumah penduduk tergenang air. Namun demikian, aktivitas penduduk terlihat masih berjalan normal. "Banjir ini sudah langganan saban tahun di daerah kami. Masyarakat di sini tidak mungkin pindah ke daerah lain, karena kami sudah turun-temurun tinggal di daerah ini," ujar Hatimah (45) salah seorang warga setempat. Kepala Biro Penanganan Bencana Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Manaor FL Napitupulu yang berkunjung ke lokasi bencana mengatakan, untuk masa mendatang penanggulangan bencana banjir di Provinsi Riau akan melibatkan pemerintah provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara. "Pemda ketiga propinsi tersebut perlu duduk bersama, utuk menentukan arah kebijakan pembangunan, terutama pembangunan perkebunan di daerah aliran sungai," ujarnya. Wakil Direktur Walhi Riau, M Teguh Surya menyebut, banjir tahunan yang melanda Provinsi Riau tidak terlepas dari salah kebijakan di masa lalu, terutama pembangunan perkebunan kelapa sawit yang ternyata tidak bisa menyerap air. "Jika pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit terus dilakukan, maka provinsi ini akan memanen banjir di musim penghujan. Dan sebaliknya, justru akan mudah kekeringan di musim kemarau," kata Teguh.
(cha/djo)











































