Awas Maling di Muktamar VI PPP!
Rabu, 31 Jan 2007 17:35 WIB
Jakarta - Hiruk pikuknya Muktamar VI PPP di Hotel Mercure Ancol ternyata menjadi sasaran empuk orang-orang bertangan jahil. Kasus kemalingan terjadi dalam momen puncak partai berlambang ka'bah tersebut.Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, sejumlah muktamirin kehilangan telepon seluler. Para wartawan yang meliput acara ini juga mengalami nasib sial.Misalnya saja wartawan Republika Rachmat Santosa Basarah (Osa). Dia terpaksa mengikhlaskan laptop Acer Travelmate 2300 milik kantornya yang kini berpindah tangan.Osa terakhir melihat laptopnya saat menunaikan salat Dzuhur. Dia meninggalkan laptop itu di dalam tas untuk mengambil air wudhu."Padahal cuma ditinggal sebentar, habis wudhu posisi tas sudah berubah. Tapi saya tidak menyangka laptop-nya hilang. Usai salat kok tas saya ringan," ujar dia.Nasib sial bahkan juga dialami wartawan detikcom Ramdhan Muhaimin. Ramdhan kehilangan tape recorder-nya saat jumpa pers di Lobi Utama Hotel Mercure pukul 00.40 WIB.Ramdhan meletakan tape recorder-nya di meja dekat nara sumber sekitar 3 meter dari tempat dia berdiri. Ramdhan sempat memunggungi tape-recordernya untuk menelepon kantor. Saat dia berbalik, alat perekam itu sudah hilang bersamaan dengan bubarnya jumpa pers.Kesemrawutan acara Muktamar PPP tidak hanya dari segi keamanan. Pada hari pertama, sejumlah muktamirin sempat tidak kebagian kamar hotel. Wartawan pun baru memiliki ruang pers pada hari kedua. Bahkan sejumlah wartawan bodrex, mengambil ID pers milik wartawan resmi yang terdaftar.
(fay/asy)











































