Lahar Merapi Turun, Satu Truk Tertimbun
Rabu, 31 Jan 2007 17:03 WIB
Yogyakarta - Lahar dingin disertai kepulan asap pekat berbau belerang turun lagi dari Gunung Merapi. Satu buah truk pasir tertimbun di Cekdam 1 di Desa Kemalang di aliran Kali Woro, Klaten, Jawa Tengah.Hal itu diakibatkan terjadinya hujan deras di kawasan puncak Merapi yang mengguyur pukul 12.00 - 13.00 WIB, Rabu (31/1/2007). Aliran material Merapi sebagian besar masuk ke Sungai Gendol, Kuning Sleman dan Kali Woro. Diperkirakan aliran lahar dingin yang meluncur masuk ke sungai-sungai hingga mencapai jarak lebih dari 8 km.Salah seorang relawan warga Balerante Klaten, Agus Widodo, mengatakan, luncuran material mulai terjadi sejak pukul 13.00 WIB. Ribuan kubik material Merapi longsor masuk ke hulu-hulu sungai. Suara gemuruh air yang berwarna coklat pekat bercampur batu-batuan disertai kepulan asap belerang terlihat di Kali Gendol dan Kali Woro.Menurut dia, warga terutama penambang pasir, sempat ketakutan saat lahar turun ke sungai. Mereka langsung lari ke pinggir atau ke tempat yang aman. Sedang truk-truk pasir tidak berani masuk ke sungai saat ada banjir. "Satu truk pasir yang tertimbun nyaris tidak tampak. Hanya tinggal 30-an centimeter dibagian bak dan atap truk yang kelihatan," kata Agus.Menurut dia, aliran lahar dengan volume besar terjadi hingga cek dam DGE 3 di Dusun Kepuh Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan. Suara gemuruh disertai kepulan asap terlihat jelas di kawasan Kaliadem Desa Kepuharjo. Derasnya aliran air mengakibatkan jembatan Manggong di Dusun Kepuh sempat tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan truk. Air lewat di atas jembatan yang juga berfungsi sebagai tanggul sungai. Namun pada pukul 14.00 WIB ketika hujan mereda, jembatan sudah bisa dilalui lagi. Sebagian besar lahar dingin masuk memenuhi lubang-lubang tempat penambang pasir menambang."Aliran air terus mengecil terutama di Desa Jambu dan Kopeng Kepuharjo. Namun air masih mengalir dengan volume kecil hingga kawasan Gadingan Desa Argomulyo yang berjarak sekitar 15 km dari puncak," kata Agus.Selain aliran lahar kata dia, dari kawasan Kaliadem dan Balerante terus terdengar suara guguran material dari puncak Merapi yang masuk ke hulu sungai. Akibat luncuran material itu, kawasan selatan Merapi sempat terlihat gelap dan mendung tebal. "Suara gemuruh dan kepulan awan panas sekunder terjadi berkali-kali dengan jarak luncur kurang dari 1,5 km," kata Agus.
(bgs/nrl)











































