Penjual Unggas Surabaya Gembira Ada Penyemprotan Desinfektan
Rabu, 31 Jan 2007 11:09 WIB
Surabaya - Para pedagang menyambut gembira upaya penyemprotan desinfektan terhadap seluruh unggas yang masuk ke Surabaya. Mereka berharap penyemprotan ini membuat masyarakat percaya unggas yang mereka jual sehat."Saya senang karena bebek saya berarti bebas flu burung. Dengan disemprot, pembeli tidak khawatir lagi (tertular flu burung)," kata Mahfud, pedagang bebek yang dicegat petugas di Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (31/1/2007).Pria asal Sidoarjo ini membawa sekitar 40 ekor bebek. Unggas-unggas ini rencananya akan dijual ke Pasar Tembok, Surabaya."Saya tidak kaget dengan penyemprotan ini. Sebab saya sudah mendengarnya dari media massa," tutur Mahfud.Pantauan detikcom di lokasi, penyemprotan desinfektan ini dilakukan serempak di tiga pintu masuk Surabaya pada pukul 08.00 WIB.Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Peternakan, Satpol PP, Dishub dan kepolisian mencegat semua kendaraan pembawa unggas yang datang dari luar kota Surabaya.Pos pertama di sekitar Bundaran Waru untuk menghadang masuknya unggas dari arah Blitar, Malang, Pasuruan, Jombang, dan Madiun. Pos kedua di Tandes menghadang unggas dari arah Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Dan pos ketiga di Gunungsari menghadang unggas dari arah Mojokerto dan Gresik.Kepala Dinas Infokom Pemprov Surabaya, Hari Tjahyono, mengatakan, untuk tahap awal, penyemprotan ini akan berlangsung selama 1 bulan. Petugas akan bersiaga di setiap pintu masuk Surabaya selama 24 jam."Ini upaya awal sebelum ada peraturan walikota tetang unggas di pemukiman penduduk," ungkap Hari.
(djo/sss)











































