Pasar Gaplok Digusur Demi Perawatan Rel
Rabu, 31 Jan 2007 10:44 WIB
Jakarta - Dengan lesu Endah memunguti triplek dan potongan kardus bekas di kawasan Pasar Gaplok. Itulah puing rumahnya yang tersisa setelah 400 petugaa dari satpol PP, PT KA dan Polsek Senen membredel 700-an gubuk di sepanjang rel kereta ruas Stasiun Senen-Pasar Gaplok.Sesungguhnya wanita berusia 45 tahun tersebut sudah mendapat pengumuman jika kawasan tersebut akan digusur seminggu lalu. Namun pemberitahuan dari PT KA tersebut dirasa kurang. "Setidaknya sebulan, biar kita bisa mencari kontrakan baru," ujar Endah sambil terus memunguti kardus dan tripleknya. Rencananya, dia akan kembali membangun gubuknya di luar pagar rel.Satpol PP, PT KA dan Polsek Senen bergerak merobohkan ratusan gubuk berukuran 2x3 meter persegi dengan tinggi 2 meter pada Rabu (31/1/2007) pagi. Bunyi kampak, kayu-kayu besar, serok dan palu besar (godam) bekerja meriuhkan suasana. Para penghuni yang tergusur hanya bisa pasrah. Beberapa di antaranya bahkan membantu petugas menghancurkan sendiri gubuk yang telah dihuninya nyaris 6 tahun.Menurut Dirjen Perkereta-apian Soemino Eko Saputro, pembenahan pasar Gaplok merupakan upaya perawatan rel kereta api. Selama ini, petugas perawatan KA kesulitan mengecek kondisi rel karena padatnya hunian di sekitar rel tersebut."Kanan kiri rel yang dipenuhi bangunan menyebabkan regu perawatan sulit mengeceknya," kata Soemino yang berada dilokasi penggusuran.Berdasarkan catatan PT KA, sepanjang 1,5 km rel sering patah. Tahun 2005 tercatat 11 kali patah, 14 kali di tahun 2006 dan 3 kali patah pada Januari 2007.Agar kawasan yang sudah dibersihkan itu tak lagi dibangun gubuk-gubuk liar, PT KA menanami puluhan pohon peneduh setinggi 3 km di sekitarnya.
(ana/nrl)











































