Suryadharma Ali Bantah Lakukan Politik Uang
Rabu, 31 Jan 2007 10:26 WIB
Jakarta - Kandidat ketua umum PPP Suryadharma Ali membantah melakukan politik uang. Isu itu dinilai sengaja dilontarkan lawan-lawan Surya dalam Muktamar VI PPP.Bantahan dilontarkan salah satu tim sukses Surya, Ahmad Muqowwam, kepada detikcom per telepon, Rabu (31/1/2007)."Tidak benar itu, isu itu sengaja dilontarkan oleh lawan-lawan Surya saja. Ini black campaign, tidak mungkin SDA melakukan itu," kata Muqowwam yang juga Wakil Ketua Panitia OC Muktamar IV PPP.Bantahan Muqowwam terkait isu bahwa dalam silaturahmi nasional (Silatnas) DPC dan DPW di Hotel Borobudur pada 28-29 Januari, Surya disebut-sebut membagikan uang kepada masing-masing DPC dan DPW sebesar US$ 2.200 atau Rp 200 juta jika bersedia memberikan dukungan. Total uang yang disiapkan Mennegkop dan UKM ini Rp 50 miliar.Lalu bagaimana dengan temuan Ketua Umum DPP Pemuda Persatuan Edit Boy bahwa ada calon kuat yang melakukan politik uang? "Saya tidak tahu urusan itu, tanya saja sama dia," sahut Muqowwam.Wakil Ketua DPW Sumatera Utara Bustami HS juga melontarkan bantahan yang sama.Menurut dia, tidak dibenarkan politik uang di partai Islam."Kalau pun ada pemberian perangkat komputer atau uang transpor setelah muktamar wajar, kalau sebelum muktamar kami belum dengar," kata Bustami yang mengaku hadir dalam silatnas.Dikatakan dia, DPW Sumut sepakat tidak memutuskan kandidat mana yang harus dipilih. "Kami masih observasi, jadi tidak benar kalau kami mendukung salah satu kandidat terkuat," ujarnya.
(aan/nrl)











































