Wajah-wajah Kesal di Pembukaan Muktamar VI PPP

Wajah-wajah Kesal di Pembukaan Muktamar VI PPP

- detikNews
Rabu, 31 Jan 2007 00:43 WIB
Jakarta - Wajah kesal dan sedikit manyun banyak terlihat saat acara pembukaan Mukatamar VI PPP. Gerutuan pun meluncur tak hanya dari bibir muktamirin, tapi juga para wartawan."Aduh payah ini panitia. Katanya ada mobil tapi disuruh jalan, padahal jauh," gerutu seorang pria paruh baya peserta muktamar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (30/1/2007).Pria yang rambutnya sudah banyak beruban itu mengeluh karena harus berjalan dari tempat pembukaan muktamar di Wahana Rama Shinta Taman Impian Jaya Ancol, menuju Hotel Mercure yang menjadi tempat penginapan. Jarak kedua tempat itu memang cukup membuat ngos-ngosan.Bahkan sebelum acara pembukaan dimulai, banyak muktamirin yang tampak 'terlantar' lantaran belum mendapat kepastian kamar menginap. Namun selepas pukul 18.00 WIB, semua peserta telah mendapat kamar.Wartawan juga mengeluhkan pelayanan panitia penyelenggara. Sebab banyak wartawan yang sudah mendaftar meliput sejak jauh hari tidak mendapatkan kartu pengenal. Kalaupun mendapatkan kartu, tapi nama di kartu tersebut saling tertukar dengan wartawan lain."Banyak wartawan bodrek yang ngambil kartu tanda pengenal nih," keluh seorang wartawan media cetak.Di ruang press room, umpatan kesal pun riuh terdengar. Para wartawan yang telah selesai mengetik berita kesal karena jaringan internet tidak tersambung. Alhasil, mereka tidak bisa mengirim berita via e-mail."Wah gimana ini, sudah dead line ini, redaktur telepon terus lagi," kata salah satu wartawan dengan muka ditekuk.Menurut seorang panitia yang enggan disebut namanya, pelayanan yang kurangbaik ini bukanlah kesengajaan. Sebab persiapan matang telah dilakukan jauh hari sebelumnya."Mungkin ada upaya sabotase karena sudah ada persiapan semua termasuk jaringan internet," kata panitia itu singkat. (nvt/nal)


Berita Terkait