38 Orang Syiah Irak Tewas dalam Serangan di Hari Asyura

38 Orang Syiah Irak Tewas dalam Serangan di Hari Asyura

- detikNews
Selasa, 30 Jan 2007 20:00 WIB
Baghdad - Kaum Syiah di Irak beramai-ramai memperingati hari Asyura. Dalam perayaan tahun ini, beberapa serangan terjadi. Akibatnya, 38 orang Syiah tewas. Sementara itu, ribuan orang Syiah melukai diri mereka dengan pedang dan rantai.Selasa (30/1/2007), setidaknya ada tiga serangan yang terjadi di Irak pada saat kaum Syiah meratapi kematian Imam Husain ini. Demikian berita yang dilansir AFP. 23 Orang Syiah tewas ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di masjid di Dur Mandali, dekat Kota Bala Druz, Provinsi Diyala. Saat itu, masjid sedang penuh-penuhnya oleh warga Syiah yang sedang memperingati peringatan Asyura. 57 Orang lainnya terluka dalam insiden ini.Dalam serangan lainnya, 12 warga Syiah Kurdi tewas ketika bom yang tersembunyi di pinggir jalan meledak di saat sejumlah warga Syiah menuju ke lokasi husseiniyah di kota Khanaqin, dekat perbatasan Iran. Korban tewas terdiri dari perempuan dan anak kecil. 38 Orang terluka dalam serangan ini.Serangan yang ketiga terjadi Diyala, ibukota Provinsi Baquba. Dalam serangan ini, seorang sniper menembak tiga relawan Syiah yang sedang menyiapkan makanan untuk para jamaah Syiah yang sedang memperingati hari Asyura.Siapa kelompok yang menyerang warga Syiah ini memang belum jelas. Tapi, seperti kejadian-kejadian sebelumnya, setiap dalam peringatan Asyura, warga Syiah menjadi target serangan kaum Sunni yang ekstrem. Pada tahun 2004, 170 orang tewas dalam serangan di Baghdad dan Karbala. Sedangkan pada tahun 2005, ada 44 orang tewas dalam insiden di Karbala.Tradisi perayaan hari Asyura, yang dikenal sebagai hari peringatan syahidnya Imam Husain selalu diperingati warga Syiah, termasuk di Irak. Imam Husain wafat di Padang Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H silam.Dalam peringatan duka yang sudah menjadi ritual, warga Syiah biasanya meratapi syahidnya Imam Husain dengan melukai diri mereka sendiri dengan pedang. Peringatan ini ditentang keras oleh kaum sunni di Irak. (asy/sss)


Berita Terkait