Jaket Almamater Utama Dibakar, Satpam Nyaris Cabut Sangkur

Jaket Almamater Utama Dibakar, Satpam Nyaris Cabut Sangkur

- detikNews
Selasa, 30 Jan 2007 16:15 WIB
Jakarta - Empat hari berlalu, aksi jahit mulut 5 mahasiswa Universitas Tama (Utama) Jagakarsa terus berlangsung. Tak juga digubris, nyaris terjadi bentrokan antara mahasiswa dan pihak universitas.Ricky dan 20 orang mahasiswa terus berusaha agar temannya, Rifsia Iga Riadi, yang di-DO pihak rektorat bisa kembali kuliah. Namun usaha mereka belum juga membuahkan hasil.Jika Senin kemarin mereka ngadu ke DPR, Selasa (30/1/2007) ini mahasiswa pendukung Iga melakukan aksi bakar jaket almamater di depan pintu gerbang Kampus Tama Jagakarsa, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan."Kembalikan Iga ke kampus," ujar Ricky, koordinator demo sambil menyulut api di sebuah ban bekas yang sudah disiram bensin, pukul 15.00 WIB. Api pun membesar.Dibantu beberapa orang temannya, Iga yang tergeletak tak berdaya dipapah teman-temannya untuk melempar jaket almamaternya di kobaran api. Api pun makin membesar.Aksi ini sempat membuat gusar pihak kampus. Seorang satpam sempat akan mencabut sangkur di pinggangnya. Tapi urung dilakukan. Malah api akhirnya dipadamkan oleh polisi yang berjaga-jaga di lokasi tersebut.Untungnya, pihak mahasiswa bisa menahan diri. Mereka tidak melawan ketika api dimatikan. "Biar asapnya tidak menganggu pengendara jalan di atas fly over," kata petugas polisi tersebut.Meski api telah mati, orasi tetap berlangsung. Mereka meneriakkan yel-yel yang mendiskreditkan Rektor Universitas Tama Jagakarsa.Aksi ini cukup menarik perhatian warga sekitar. Warga hanya menonton, tak melakukan apa-apa. Namun hal tersebut tak sampai membuat kemacetan jalan di bawah fly over TB Simatupang (Pasarminggu).Mahasiswa Jahit Mulut LemasSementara kawan-kawannya melakukan aksi, lima mahasiswa aksi jahit mulut terkapar tak berdaya di pinggir jalan. Mereka dikeluarkan dari tenda yang sudah 4 hari mejadi tempat bernaung.Dengan pinggir mulut rapat karena jahitan, mereka menyaksikan aksi teman-temannya itu. Mereka hanya berharap belas-kasih pihak rektorat untuk mengembalikan Iga ke bangku kuliah. Entah sampai kapan aksi mogok makan dan jahit mulut tersebut mereka jabani."Kondisi teman-teman kian melemah. Pihak dokter sempat didatangkan untuk melihat kondisi mereka dan menyarankan agar mengakhiri aksi jahit mulut. Tapi saran tidak ditanggapi sampai tuntutan mereka agar Iga kembali kuliah dipenuhi rektorat," terang Ricky mengenai kondisi lima kawannya tersebut. (ana/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads