TNI Sangkal Garuda Ditarik dari Libanon
Selasa, 30 Jan 2007 15:45 WIB
Jakarta - Menlu dan Panglima TNI berencana menjenguk Kontingen Garuda XXXIII di Libanon awal Februari 2007. Namun berhembus kabar akan ada penarikan pasukan. Tapi kabar ini disangkal TNI.Penarikan pasukan disebutkan lantaran tidak ada penggantian biaya dari PBB. Tapi Kapuspen TNI Laksamana Muda M Sunarko menegaskan, tidak ada penarikan pasukan perdamaian Indonesia dari Libanon."Soal penggantian, sesuai dengan MoU, TNI mendapat reimbursement dari PBB tentang apa-apa yang sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Setelah itu baru selanjutnya dananya didukung oleh PBB," ujarnya kepada detikcom, Selasa (30/1/2007).Dijelaskan dia, Indonesia sudah menyiapkan logistik selama 6 bulan. Sementara keberadaan pasukan Garuda di Libanon baru berjalan 2 bulan.Sudah ada penggantian biaya atau belum? "Belum. Baru dua hari yang lalu ada pemeriksaan dari CEO UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Dari hasil pengecekan contingent on equipment itu baru diketahui berapa biaya yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia bagi pasukan TNI di sana," urai Sunarko.Mengenai kemungkinan rolling pasukan, dia menjelaskan, sesuai MoU, memang akan ada pergantian. Namun tergantung penugasan dari PBB. Sementara ini Kontingen Garuda XXXIII yang bertugas di Libanon telah disiapkan untuk bertugas selama 6 bulan hingga 1 tahun."Tentunya bila ada permintaan, kita akan siapkan pasukan pengganti untuk memperpanjang misi PBB bagi TNI di sana. Yang jelas, saat ini tidak ada rencana penarikan," tandas Sunarko.Sesuai permintaan PBB, pasukan dari Indonesia berjumlah 850 personel. Terdiri dari 706 personel Batalyon Infantri, mekanis, dan main body yang berangkat ke Libanon pada 24-26 November 2006. Selebihnya Tim Aju yang diikuti putra sulung Presiden SBY, Lettu Agus Harimurti, yang berangkat pada 8 November.
(sss/nrl)











































