Demi Pemilu 2009, Ketum PPP Lebih Strategis Berasal dari NU
Selasa, 30 Jan 2007 13:36 WIB
Medan - Muktamar PPP 30 Januari - 3 Februari 2007 akan memilih ketua umum baru. Ketua umum PPP lebih strategis dari unsur Nahdlatul Ulama (NU). Sebab dengan begitu, PPP akan bisa mendulang suara Pemilu 2009 dengan mencuri suara dari PKB yang saat ini terpecah. Penilaian ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik. Menurut dia, potensi peralihan suara pemilih dari PKB kepada PPP cukup beralasan mengingat para pemilih PKB saat ini sebenarnya merupakan pemilih PPP yang 'hijrah'. "Jika yang terpilih sebagai ketua umum PPP dari unsur Nahdlatul Ulama, maka tidak begitu sulit bagi PPP untuk menarik suara dari pemilih partai yang juga berbasis NU seperti PKB. Apalagi jika PKB tidak kunjung solid hingga pemilu mendatang," ujar Ahmad Taufan di Kampus USU, Jalan dr Mansyur Medan, Selasa (30/1/2007). Sejauh ini, kata Taufan, sejumlah kandidat yang diunggulkan sebagai calon ketua umum PPP umumnya berasal dari kalangan NU. Misalnya sosok Suryadharma Ali, Arief Mudatsir Mandan dan Endin AJ Soefihara. "Sejak fusi partai-partai Islam NU, Parmusi, PSII, dan Perti yang kemudian bergabung menjadi PPP pada 5 Januari 1973, kecenderungannya selama ini pemimpin partai berasal dari NU. Pola itu masih terus berlangsung hingga kini. Ada satu dua dari luar itu, namun relatif sedikit. Misalnya Ismail Hasan Metareum dan J Naro, tetapi secara umum selalu berasal dari kalangan NU," ujar Taufan. Kaitannya dengan calon-calon yang berasal dari NU yang saat ini meramaikan bursa ketua umum dalam Muktamar ke-6 di Jakarta mulai 30 Januari hingga 3 Februari 2007, menurut Taufan, sosok Suryadharma Ali cukup diuntungkan dengan posisinya sebagai Menteri Negara Koperasi dan UKM RI. "Tren partai-partai di Indonesia saat ini masih berfokus pada sosok pimpinan. Jika pimpinan berada posisi strategis, seperti di pemerintahan, maka hal itu menjadi patron bagi kader lainnya. Kondisinya masih seperti ini. Sebagian besar partai juga begitu," kata Taufan.
(rul/asy)











































