TKI Asal Madura Divonis Mati di Arab, Keluarga Bingung

TKI Asal Madura Divonis Mati di Arab, Keluarga Bingung

- detikNews
Selasa, 30 Jan 2007 13:03 WIB
Bangkalan - Satu lagi TKW asal Indonesia divonis mati di Arab Saudi. Siti Zainab (34), warga Desa Mertajazah, Kecamatan Kota Bangkalan, Madura yang bekerja di Arab Saudi terancam hukuman mati atau qishos, karena membunuh sang majikan. Pihak keluarga di Madura sangat berharap kepada pemerintah Indonesia untuk berjuang membantu meringankan hukumannya. Mereka berharap agar Siti tidak dihukum mati. Salah satu saudara Siti, Muhammad Hasan, mengaku pihak keluarga sudah empat kali berkirim surat kepada pemerintah Indonesia di Jakarta. "Namun hingga saat ini belum ada tanggapan sedikit pun, bahkan kabar akan digelarnya eksekusi bagi Siti diketahuinya dari media," kata M Hasan kepada wartawan di rumahnya di kawasan Desa Mertajazah, Bangkalan, Selasa (30/1/2007).Informasi yang dihimpun, Siti divonis hukuman mati karena terbukti membunuh majikannya di Madinah pada tahun 1999. Seperti dalam surat terakhir yang dikirim Siti melalui kedutaan besar Indonesia di Arab Saudi tahun 2000 lalu, ia mengaku membunuh majikan perempuannya karena mendapat perlakuan tidak manusiawi. Ia mengaku sering dimarahi dan dipukul oleh majikan maupun keluarga lainnya. Bahkan keinginannya untuk pulang juga tidak dikabulkan. Karena tidak tahan dengan perlakuan kasar tersebut, Siti nekad menusuk majikan perempuannya dengan pisau sebanyak 18 kali tusukan.Siti mempunyai dua anak, masing-masing Syarifuddin dan Ali Ridha, yang keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar di Bangkalan. Kedua anak Siti berharap agar pemerintah Indonesia mengupayakan penangguhan eksekusi yang rencananya digelar bulan ini."Kami berharap ibu dibebaskan dan bisa kembali berkumpul bersama di kampung," ungkap Syarifuddin yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar ini. (gik/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads