Di Yogya, Mahasiswa Sulteng Demo Tolak Kekerasan di Poso
Selasa, 30 Jan 2007 10:50 WIB
Yogyakarta -
Puluhan mahasiswa asal Sulawesi Tengah berunjuk rasa di kantor Gubernur Yogyakarta. Mereka mendesak pemerintah segera menghentikan kekerasan di Poso.Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sulawesi Tengah Peduli Poso ini memulai aksinya dari taman parkir Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Selasa (30/1/2006). Dari tempat ini mereka berjalan kaki menuju kantor gubernur Yogyakarta di Jl Malioboro.Para mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta ini menolak penyelesaian masalah Poso dengan kekerasan. Mereka menuntut agar pasukan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror ditarik dari Poso."Warga Poso sudah tidak percaya kepada pemerintah pusat. Penambahan aparat keamanan di Poso justru hanya semakin memperkeruh suasana dan membuat rakyat takut," kata Andika, salah seorang demonstran saat berorasi di depan pintu gerbang kantor gubernur Yogyakarta.Dalam aksinya, para mahasiswa ini juga menggelar happening art yang menggambarkan kekerasan aparat kepolisian terhadap warga Poso. Seorang mahasiswa yang mengenakan kalung bertuliskan polisi, tampak menganiaya dua mahasiswa lainnya yang digambarkan sebagai rakyat.Para mahasiwa ini juga mengusung sejumlah poster, antara lain bertuliskan, "Usut tuntas kasus HAM di Poso", "Jangan jadikan Poso sebagai ladang proyek aparat", serta "Jangan paksa masyarakat Poso jadi musuh negara".Aksi ini berjalan dengan damai. Setelah menyampaikan tuntutannya, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa juga tidak terganggu.
(djo/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































