Istana Hemat Rp 60 Miliar
Senin, 29 Jan 2007 18:17 WIB
Jakarta - Program pengetatan ikat pinggang Kantor Presiden, menunjukkan hasil. Dana sebesar Rp 60 miliar berhasil dihemat dari anggaran tahun lalu, dan telah pula dikembalikan pada negara. Sedangkan pada 2005, jumlah sisa dana anggaran yang dikembalikan Rp 40 milar. "Sumber penghematan macam-macam, termasuk dari pos perjalanan," ujar Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (29/1/2007). Penghematan dengan mengurangi jumlah kunjungan kerja Kepala Negara ke luar negeri, merupakan salah satu yang akan dilaksanakan secara selektif tahun ini. Bagi kunjungan yang telah diagendakan, bakal dievalusi dan hanya yang memiliki nilai strategis yang direalisasikan. Sejumlah target ditetapkan dalam setiap kali Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) ke luar negeri. Seperti peningkatan investasi, penandatanganan kesepakakatan perdagangan, pertahanan atau kerja sama baru di bidang lainnya. "Bulan ini presiden hanya mengikuti ASEAN Summit, tapi saat East Asia Summit sudah kembali ke tanah air. Presiden sudah mendapat undangan ke Davos, Swiss ikuti World Economic Forum, tapi tidak datang meski banyak yang menyarankan hadir. Pertimbangannya lebih banyak persoalan dalam negeri yang diprioritaskan dibanding datang ke sana," ujar Malarangeng memberi contoh.
(ana/asy)











































