Selama Januari, Penderita DBD di Jakarta Capai 1.895 Orang

Selama Januari, Penderita DBD di Jakarta Capai 1.895 Orang

- detikNews
Senin, 29 Jan 2007 17:57 WIB
Jakarta - Jumlah angka penderita DBD di Jakarta selama Januari benar-benar mencengangkan. Selama 29 hari, tercatat ada 1.895 orang. 8 Orang di antaranya meninggal dunia."Wilayah yang paling rawan di Jakarta Selatan dengan pasien sebanyak 622 orang dan pasien meninggal 2 orang," ujar Wakil Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Salimar Salim di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (29/1/2007).Menurut Salimar, Jakarta Timur menduduki daerah rawan kedua dengan jumlah pasien 431 orang diikuti Jakarta Utara dengan jumlah pasien 344 orang dan 3 pasien meninggal, Jakarta Barat sebanyak 321 pasien dan 3 pasien meninggal, dan Jakarta Pusat sebanyak 195 pasien.Sebagai langkah antisipasi, jumlah pasien yang membludak di rumah sakit yang ada di Jakarta, seperti RSUD Tarakan, RSUD Koja, dan RSUD Budi Asih melakukan penambahan tempat tidur dan tenaga perawat.RSUD Budi Asih, misalnya menambah 36 unit tempat tidur dan 36 perawat, RSUD Tarakan sebanyak 56 unit tempat tidur dan 24 perawat, dan RSUD Koja sebanyak 30 unit tempat tidur dan 10 perawat."Semua perawat sudah dikirim ke RS tersebut, Pemprov menganggarkan Rp 243 juta," katanya.Sementara untuk mengatasi DBD di Jakarta, Dinkes Pemprov DKI sudah mengajukan usulan kepada DPRD untuk dibuat Perda tentang Sistem Kesehatan Daerah yang didalamnya mencakup penanganan DBD.Dalam Perda tersebut dimuat juga sanksi bila ditemukan jentik nyamuk di rumah penduduk."Sanksi akan diberikan sebesar Rp 50 juta atau 6 bulan kurungan. Tapi kita akan kaji dulu untuk melihat seberapa efektif sanksi yang diterapkan," katanya. (umi/sss)


Berita Terkait