Koridor IV-VII Kejar Tayang
Senin, 29 Jan 2007 17:52 WIB
Jakarta - Tak cuma sinetron saja yang kejar tayang. Busway koridor IV-VII pun setali tiga uang. Begitulah komentar Dinda, salah satu pembaca detikcom yang juga telah menjajal koridor gres itu.Berikut pengalamanan Dinda dan pembaca lainnya:Transjakarta koridor IV-VI kelihatan banget kalau dikejar tayang. Busnya nggak siap, pengemudi dan semua petugasnya apalagi. Pagi ini saya naik transjakarta dari halte Departemen Pertanian, sudah 5 bus yang lewat masih juga belum terangkut. Saya menunggu mulai jam 07.00 baru bisa terangkut jam 08.30 (tahu gitu mendingan naik Kopaja P20). Pengemudi dan petugas keamanan di dalam bus belum hapal nama-nama halte yang dilewati, sehingga penumpang yang harus memberi tahu di halte mana mereka akan turun. Pengemudi terburu-buru menutup pintu padahal masih banyak penumpang yang naik dan turun. Bus belum dilengkapi informasi otomatis tentang halte-halte pemberhentian, seperti koridor I. Wah pokoknya kacau pangkat 100 deh naik busway koridor VI, apa petugasnya nggak sempat ditraining ya? Pak Sutiyoso kayak sopir mikrolet aja sibuk kejar setoran, maksain banget menjalankan Transjakarta padahal semuanya belum siap. Untung PriyonoLaunching busway koridor IV-VII tanggal 27/1/2007 sungguh membuat saya kagum dan berharap di pagi hari Senin ini tanggal 29/01/07 perjalanan ke kantor saya di daerah Senen akan ada yang mengesankan. Tetapi apa yang dikira semuanya luar biasa tidak seperti biasa. Busway yang ditunggu tak kunjung datang yang sampai akhirnya saya memutusnya untuk naik mikrolet dan ternyata lebih cepat sampai. Sepanjang perjalanan saya memperhatikan jalan busway mulai dari UKI - Kp. Melayu - Senen yang mulus dan tak sadarkan diri saya sampai di Senen tetapi busway yang diharap tak kunjung datang. eh.. ternyata saya lebih cepat sampai naik mikrolet. AuliaKantor saya di Medan Merdeka Barat depan patung kuda. Biasanya saya naik PATAS 47 atau 79 dari Kuningan, lumayan cuma bayar Rp 3.000. Cepet pula, sampai kantor kurang lebh 30 menit (malah seirng lebih cepat). Nah, pagi ini saya pingin mencoba dong busway yang dibangga-banggakan Bang Yos. Barang baru gitu lho. Siapa tau bisa jadi alternatif rute tiap hari. Naiklah saya dari Halte di Kuningan (lupa yang mana) jam 07.30. Nyaman juga tuh, meski nggak ada yang "cuap-cuap" halte apa ...", kayak yang jurusan Blok M-Kota. Tapi kata orang yang nyetop di Mampang, nggak mungkin bisa naik dari Mampang, soalnya pennuuuuh banget. Itu di Kuningan agak kosong soalnya banyak yang turun. Lalu, berhentilah kami di Halte Halimun untuk transfer bus ke Dukuh Atas. Itu kira-kira pukul 07.50 WIB. Ternyata.... lamaaaaaa minta ampun. Udah gitu busnya penuh terus, nggak berhenti di pintu yang tersedia, pokoknya kacau bangetlah. Intinya, saya nunggu di Halte Halimun lebih dari satu jam. Banyak yang usah nyerah nunggu, milih naik mikrolet atau taksi. Tapi saya bersikukuh pengen nyoba sampe tujuan akhir. Akhirnya hampir jam 09.00 bus menuju Dukuh Atas datang. Itu juga nggak lancar banget ya ternyata meskipun deket. Ada jalur yang kita mesti juga terjebak di kemacetan (dekat BNI Sudirman kalau nggak salah). Terus, turunlah saya di Dukuh Atas II (yang nggak ada keterangan di Haltenya). Fiuuhhh... belum selesai perjuangannya. Saya mesti harus nyebrang jembatan penghubung ke Halte Dukuh Atas I. Lumayanlah olahraga. Mungkin kalau hari-hari biasa saya anggap nggak penting, tapi karena udah nunggu selama satu jam di Halimun, BT-laah....capek, telat pula.Setelah itu, ya lancar-lancar saja di Halte Dukuh Atas I. Penumpangnya nggak banyak (sepi malah ya), bus banyak, pelayanan juga oke (seperti biasa). Saya turun di Halte BI untuk kemudian berjalan ke kantor saya. Saya sampai di pintu gerbang kantor saya pukul 09.30. 2 jam dari Jl. H.R. Rasuna Said menuju Jl. Medan Merdeka Barat. Andika RamadhanSaya berkantor di daerah Kuningan dan berterima kasih dengan dibukanya koridor busway VII arah Ragunan - Kuningan yang telah mempersingkat perjalanan dari dan ke kantor. Tapi sayangnya, bus busway yang tersedia intervalnya masih sangat jarang dan banyak penumpukan penumpang di halte-halte sepanjang Ragunan-Kuningan. Mohon juga diperbaiki kondisi tangga (dari depan Gd.Sentra Mulia) menuju ke halte busway sudah terkelupas semennya dan membahayakan pejalan kaki. Padahal halte tersebut baru dan tangga tersebut baru saja di renovasi, tapi kondisi masih rusak.
(nrl/nrl)











































