Kavaleri Obrak-abrik Jalanan, Warga Bandung Berang

Kavaleri Obrak-abrik Jalanan, Warga Bandung Berang

- detikNews
Senin, 29 Jan 2007 14:22 WIB
Bandung - Sedang membangun jalan akses, warga Kabupaten Bandung dihalang-halangi anggota Kavaleri TNI AD. Bahkan gapura dan pavling block diobrak-abrik. Warga yang berang pun menghampiri markas Kavaleri.Kisah berawal ketika warga dari 2 kampung yakni Ciwangun dan Sukawana, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membangun jalan akses.Akses itu merupakan satu-satunya yang menghubungkan 2 kampung yang ada di perbukitan itu dengan kota melalui Kompleks Vila Istana Bunga Parongpong.Gapura dari kayu telah dibangun seminggu lalu. Sedangkan pembangunan jalan sepanjang sekitar 2,5 meter dengan paving block dilakukan sejak Minggu 28 Januari 2007.Saat itu ada 6 warga yang sedang mengerjakan jalan. Lalu datanglah 2 anggota Kavaleri dan membubarkan warga. Kedua anggota itu mengatakan tidak boleh ada pembangunan jalan karena tanah merupakan milik Kavaleri.Minggu malamnya ketua RW 13 menghubungi Komandan Kavaleri, disepakati pembangunan jalan bisa dilakukan.Nah, pada hari ini, Senin (29/1/2007) sejak pukul 07.00 WIB, warga kembali melakukan pembangunan jalan yang dilakukan oleh 2 orang.Tiba-tiba pukul 09.00 WIB ada 1 truk berisi sekitar 20 anggota Kavaleri datang dan membubarkan warga. Mereka langsung melakukan pengrusakan. Peristiwa ini direkam dengan handycam oleh seorang warga.Dalam rekaman yang diperlihatkan kepada wartawan itu, tampaklah 20 anggota Kavaleri berbaju loreng menggergaji gapura, merusak paving block dengan mencopotinya. Warga pun dilempari, termasuk sang perekam gambar hingga berlarian."Kalau berani, ayo perang sama kita!" teriak para anggota Kavaleri.Tak lama kemudian seratusan warga berdatangan ke lokasi. Melihat hal itu, Kavaleri mundur.Pantauan detikcom pukul 13.30 WIB di lokasi kejadian, banyak paving block berserakan, terlihat juga ada gergaji. Gapura yang digergaji belum sampai putus."Ini adalah jalan satu-satunya yang menghubungkan desa kami dengan luar. Sebab akses jalan yang dulu sudah diputus gara-gara ada kompleks ini. Dulu itu hanya jalan setapak, hanya bisa dipakai sepeda dan motor," tutur Didi (23), juru bicara warga.Dituturkan dia, Kavaleri berjanji akan membuatkan akses jalan, namun karena belum dibangun juga. Akhirnya dengan kesepakatan bersama Kavaleri, warga berswadaya membangun akses jalan.100-an Warga yang berang dengan pengrusakan akses jalan yang sedang dibangun itu pun berjalan kaki menuju markas Kavaleri, sekitar 1 km dari lokasi kejadian. (sss/nrl)


Berita Terkait