Pengobatan Gratis, Banyak Pasien Mengaku DB
Senin, 29 Jan 2007 14:18 WIB
Jakarta - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD) disambut baik warga Jakarta. Namun banyak pasien memanfaatkan fasilitas itu walaupun terbukti tidak terserang demam berdarah."Ada yang maunya gratisan padahal tidak sakit demam berdarah," Kepala II Seksi Keperawatan RSUD Tarakan Dwi Setiyowati kepada detikcom di RSUD Tarakan, Jalan Kyai Caringin, Jakarta Barat, Senin (29/1/2007).Menurutnya, pasien tersebut awalnya sakit dengan gejala yang menyerupai demam berdarah. Namun ketika diperiksa pada hari berikutnya ternyata jumlah trombositnya tidak turun. Penurunan trombosit salah satu petunjuk seseorang tidak terkena demam berdarah atau tidak. Petuga RS pun berusaha untuk menjelaskan kepada pasien dan keluarganya, tapi tetap saja mereka tidak mengerti. "Mereka maunya sakit DB, biar gratis," katanya.Pasien yang diduga DB itu biasanya menderita penyakit yang gejalanya mirip dengan DB seperti tipus. Pihak RS yang menjelaskan kepada pasien dan keluarganya pun tak jarang sering berkelahi mereka. "Biasanya mereka tetap dirawat di RS, tapi kenai biaya. Tapi yang punya SKTM (surat keterangan tidak mampu-red) atau Kartu Gakin mendapat biaya gratis," kata Dwi.Masalahnya, kata Dwi, terkadang mereka tidak bisa menunjukkan kartu Gakin ataupun SKTM itu. "Kalau seperti itu, biasanya diserahkan kepada kebijakan top management RS," tuturnya.
(mar/nrl)











































