Surat untuk Bang Yos

Surat untuk Bang Yos

- detikNews
Senin, 29 Jan 2007 14:01 WIB
Surat untuk Bang Yos
Jakarta - Busway jelas kebijakan oke, yang patut didukung. Siapa menolak naik angkutan murah, dingin, bebas macet? Ahh, teori! Keluhan semacam itu tidak terlalu keliru, sebab kualitas busway kini merosot dibandingkan ide mulianya.Berikut ini surat untuk Bang Yos yang dikirimkan oleh salah seorang pembaca detikcom, Andrayogi, Senin (29/1/2007) untuk menggambarkan betapa tidak siapnya koridor IV-VII melayani warga Jakarta:Dear Pak Sutiyoso,Apa pertimbangan Anda sehingga Anda bisa meluncurkan busway koridor IV-VII padahal jumlah bus yang tersedia jauuuh dari kapasitas yang seharusnya? Karena keputusan Anda, hari ini saya dan ribuan pengguna busway lainnya harus antre selama lebih dari 30 menit hanya untuk bisa naik ke dalam busway yang sudah penuh sesak dengan lautan manusia. Karena keputusan Anda pula hari ini saya, petugas halte dan seorang penumpang lainnya harus menggendong seorang wanita yang pingsan akibat tidak kuat mengantre selama lebih dari 30 menit di halte Jelambar. Karena keputusan Anda pula akan banyak pengguna TransJakarta yang kemungkinan akan beralih ke kendaraan pribadi karena mereka melihat TransJakarta semakin hari pelayanannya semakin buruk akibat kurangnya armada. Apakah Anda tahu kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan atau Anda hanya mendapat info dari bawahan-bawahan Anda? Saya tahu pihak Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta sudah bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan busway. Masalahnya sekarang dengan dengan diubahnya pangkat mereka dari BP menjadi BLU, layanan TransJakarta semakin menurun. Hal ini disebabkan semakin menonjolnya peran Dishub di dalam TransJakarta. Bayangin aja Pak, beberapa hari lagi koridor IV-VII mau launching eh sistem tiketing koridor tersebut belum beres. Saya baca di koran, Mr Nurochman mengakui "Kita memang agak telat mengajukan anggaran ke DPRD". Ya ampun, kepala Dishub kita ini dari dulu kerjanya ngapain aja? Tolong donk Pak, lihat dan dengarkan keluh kesah dari penumpang dan seluruh awak TransJakarta. Para penumpang harus antre dan berjibaku untuk dapat menaiki kendaraan mewah ini. Para satgas pun harus mampu mengendalikan emosi ketika dihardik oleh penumpang yang tidak sabar ingin menaiki busway. Satu hal lagi yang ingin saya tanyakan ke Anda, apakah pernah Anda naik busway di saat jam padat tanpa ada kawalan? Kalau pernah, saya yakin Anda akan membuat keputusan yang benar dan tidak tergesa-gesa. Satu lagi, mohon kembalikan fungsi tugas dan kewajiban BLU TransJakarta seperti sewaktu masih bernama Badan Pengelola (BP) TransJakarta. (nrl/nrl)


Berita Terkait